Diserang ‘Liyer’, Tembakau Petani Karangsambung Rontok

liyer tembakau

KARANGSAMBUNG – Akibat serangan ‘liyer’ atau busuk akar pada tanaman tembakau mereka, ratusan petani tembakau di Desa Karangsambung dan Banioro Kecamatan Karangsambung Kebumen, gagal panen. Harapan petani meraup keuntungan pun sirna, karena tanaman sulit terselamatkan dan akan mati membusuk.

“Sebenarnya tanaman tembakau kami sudah dipesan akan ditebas oleh juragan tembakau dari Magelang yang seminggu lalu datang kemari. Setiap petani yang tanamannya dipesan sudah diberi uang muka Rp 100 ribu per orang. Dengan sistem tebas atau borongan itu, beberapa petani bahkan tanamannya sudah ditawar Rp 2 juta sampai Rp 3 juta,” ungkap petani tembakau Dukuh Watu Tumpang Desa Karangsambung, Munandar, di kebunnya, Jum’at (21/08/2015).

Di areal ladang tembakau yang terhampar luas di Dukuh Watu Tumpang milik puluhan petani, terlihat batang dan daun-daun sebagian tanaman tembakau layu dan berwarna kuning. Sebagian tanaman lainnya yang rata-rata berumur 80 hari, daunnya membusuk dan rontok.

Selain di Watu Tumpang, serangan serupa terhadap tanaman tembakau juga terjadi di Dukuh Sanggrahan, Karangsambung dan di Desa Banioro. Menurut beberapa petani di sentra-sentra tembakau itu, kemungkinan sumber penyakit berasal dari air penyiram tanaman yang disedot dari Sungai Luk Ulo. (Dwi/ KRjogja.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s