Kekerasan Terhadap Anak Masih Tinggi

pelecehan

KEBUMEN – Jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kebumen, hingga kini masih cukup tinggi. Sejak awal 2015 hingga Agustus 2015, sudah ada 79 kasus anak menjadi korban kekerasan yang tercatat Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kebumen.

Jumlah tersebut diyakini akan terus bertambah menyusul tahun 2015 masih tersisa empat bulan lagi. Padahal pada 2014 lalu, kasus serupa hanya ditemukan 84 kasus selama satu tahun.

Dari jumlah tersebut kekerasan seksual lebih tinggi dibandingkan kasus kekerasan jenis lainnya. Seperti kekerasan fisik, anak terlantar dan eksploitasi terhadap anak. Khusus kasus kekerasan seksual menimpa tehadap anak perempuan.

Ironisnya, para pelaku diduga orang-orang dekat dengan korban. Bahkan pernah BPPKB Kebumen pernah menangani tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh orangtuanya sendiri.

Kepala Bidang Perlindungan Anak BPPKB Kebumen, Susilo, mengatakan dampak dari terjadinya kasus pelecehan seksual kepada anak sangat fatal terhadap masa depannya. Terutama terhadap kondisi pisikologisnya.

“Namun dari angka tersebut, semuanya tertangani,” kata Susilo, di dampingi Kasubbid Peningkatan Kualitas Hidup Anak, Elis Joko Widodo, di kantornya, Kamis (13/8).

Banyaknya angka kekerasan terhadap anak tahun ini, menyusul mulai terbukanya masyarakat melaporkan setiap kasus yang terjadi kepada BPPKB. Terlebih, saat ini sudah terbentuk Komisi Perlindungan Anak Desa (KPAD), yang konsen membantu masyarakat menangani kasus kekerasan terhadap anak.

Bahkan KPAD saat ini sudah terbentuk di 128 desa/kelurahan dari 460 desa di Kabupaten Kebumen. “Kalau dulu masih banyak masyarakat yang enggan melaporkan karena dianggapnya aib. Tapi sekarang dengan bantuan masyarakat, LSM, serta KPAD, mereka sekarang dengan sukarela mau melaporkan,” tegas Susilo.

Selain itu, BPPKB juga meluncurkan program Telepon Sahabat Anak (Tesa) yang melayani pengaduan dan konsultasi masalah anak. Nomor layanan tersebut, yaitu 087739543000, 085701563000 dan 081215583000. “Layanan ini selama 24 jam full,” ucapnya.

Melalui layanan Tesa, masyarakat tidak perlu takut lagi melaporkan setiap adanya aksi kekerasan yang menimpa anak. Dia menjelaskan, banyak hal yang dapat dikategorikan sebagai bentuk tindak kekerasan atau menyengsarakan anak. Seperti, penelantaran, tidak diurus, tidak menafkahi dan masih banyak lagi.

Melalui layanan tersebut segala kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kebumen akan memberikan rehabilitasi terhadap korban kekerasan. Namun demikian, untuk ketiga kalinya Pemkab Kebumen kembali mendapat apresisasi dari pemerintah pusat. Pemkab Kebumen menerima penghargaan Kabupaten Layak Anak 2015.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Jokowi, yang diterima oleh Pj Bupati Kebumen Arief Irwanto, di Istana Kepresidenan Bogor, pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2015, Selasa, 11 Agustus. “Ini penghargaan yang ketiga kali sejak 2011. Dan ini atas kerjasama semua pihak,” kata Plt Kepala BPPKB, Maskhemi. (ori/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s