Tetangga Takut Ipin Bebas dari Jeratan Hukum

bantai

KEBUMEN – Seorang pemuda yang diduga gila bernama Arifin alias Ipin (25) membantai seorang guru di Desa Arjosari, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, bisa saja terlepas dari jerat hukum jika memang benar gila. Tetangga Ipin khawatir jika Ipin kembali ke rumahnya dan mengulangi perbuatannya.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Willy Budiyanto setelah pihaknya mengambil keterangan saksi dan tetangga pelaku. Warga cemas jika Ipin kembali ke rumah dan hanya dalam pengawasan keluarganya saja.

“Warga takut kalau pelaku tidak bisa diproses dan kembali dirawat orangtuanya. Mereka takut kejadian serupa terulang,” kata Willy saat dihubungi melalui telepon, Selasa (11/8/2015).

Sementara itu kepolisian belum bisa mengambil keterangan pelaku yang berada di tahanan Polres Kebumen. Kondisi pelaku justru merepotkan petugas karena sering berteriak-teriak dan menolak untuk makan maupun mandi.

“Pelaku ada di tahanan. Dia tidak mau makan, nasi bungkus dan minuman yang diberikan malah digelindingkan. Tidak mau mandi juga, jadinya pagi tadi juga anggota yang memandikan,” pungkas Willy.

Saat ini kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan pihak keluarga pelaku untuk penyelidikan. Setelah semua keterangan terkumpul, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan dokter ahli kejiwaan.

“Kalau pemeriksaan keluarga dan tetangganya sudah selesai kami akan bawa ke dokter ahli,” pungkasnya.

Ipin melakukan aksinya hari Minggu (9/8) malam lalu di rumah tetangganya bernama Satimin. Saat itu korban, Endro Sulaktono (45) warga Pejengkolan Kebumen bersama istri dan dua anaknya yang berusia 7 tahun dan 5 tahun hendak pulang setelah bertamu.

Tiba-tiba Ipin datang membawa parang dan mengamuk membabi buta. Endro dan keluarganya berusaha menyelamatkan diri masuk lagi ke rumah Satimin. Istri Endro tertebas tanganya, ia kemudian maju menghadang pelaku.

Sabetan parang Ipin mengenai Endro hingga tersungkur. Dengan sadis Ipin menyumpal mulut korban yang berteriak minta tolong dan membacok berkali-kali hingga korban tewas.

Ipin kemudian duduk di samping jenazah korban sementara istri korban terluka di dalam rumah sedangkan dua anak korban bersembunyi di kolong tempat tidur. Polisi yang datang berusaha melakukan negosiasi, tapi justru Ipin melempari petugas dengan barang di ruang tamu.

Suasana mencekam itu berlangsung sekitar 30 menit sampai akhirnya pelaku terlihat lengah. Saat itu juga anggota Resmob Satreskrim Polres Kebumen mengambil tindakan dengan melepas tembakan lewat kaca jendela depan dan mengenai tangan pelaku.

Kapolres Kebumen, AKBP Faisal mengatakan pihaknya juga memperhatikan psikologi dua anak korban yang masih kecil-kecil karena ayahnya dibantai di dekat mereka. “Unit PPA akan membantu proses pemulihan kondisi psikologis kedua anak korban,” kata Faisal.

Sementara itu jika pelaku memang mengalami gangguan jiwa, maka ada langkah perawatan yaitu merawat pelaku di rumah sakit jiwa, jadi tidak langsung dibiarkan kembali dirawat keluarganya di rumah. “Kalau memang gangguan jiwa maka ada penanganannya seperti merawat di RSJ,” ujar Faisal. (news.detik.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s