Satpol PP Razia Tempat Karaoke

karaoke-_130611165443-342

KEBUMEN – Satpol PP Pemkab Kebumen bekerja sama dengan Polres Kebumen dan Kodim 0709/Kebumen melakukan razia tempat karaoke, Senin (10/8) malam. Ada enam orang yang terjaring razia di sejumlah tempat karaoke di kabupaten ini. Empat di antaranya membawa minuman keras serta tidak membawa identitas.

Hal itu ditegaskan Kasatpol PP Pemkab Kebumen RAI Ageng Sulistyo Handoko, Senin (11/8). Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari sebelumnya, di mana selama puasa hingga Lebaran tempat karaoke tutup. Selama waktu tersebut, pihaknya melakukan pemantauan di lapangan dan masing-masing tempat karaoke mematuhinya.

“Dan setelah Lebaran ini kita lakukan penertiban,” jelasnya. Razia di tempat karaoke itu dipimpin langsung oleh Kabid Penegakan Perda dan Peraturan Kepala Daerah Sugito Edi Prayitno. Belasan personel Satpol PP serta Polres Kebumen dan Kodim 0709- /Kebumen mengikuti razia dengan menggunakan mobil patroli.

Mereka mendatangi tempat karaoke di tiga lokasi yakni Kota Kebumen, Pejagoan dan Gombong. Razia tersebut berjalan mulus. Kedatangan petugas di tempat hiburan itu pun sempat membuat panik pengunjung. Namun, mereka tidak bisa berkutik dan langsung diperiksa petugas satu per satu.

Jaga Ketertiban

Dalam penertiban itu, empat pengunjung kedapatan membawa minuman keras serta tidak membawa identitas kartu tanda penduduk (KTP) maupun surat izin mengemudi (SIM). Masing-masing lantas diamankan dan dimasukkan ke mobil patroli.

Pengunjung yang sudah terkena pengaruh minuman beralkohol itu ditunggu hingga reda untuk diberi pembinaan lebih lanjut. Dikatakan RAI Ageng Sulistyo Handoko, pengunjung karaoke tidak diperbolehkan membawa minuman keras.

“Karena pemilik karaoke atau pengelola karaoke tidak berani menegur, maka kami yang bertindak,” tegas Ageng sembari menambahkan, tempat hiburan itu juga tidak diperbolehkan menjual minuman keras. Pihaknya tidak segan-segan bertindak tegas terhadap pengelola hiburan yang tidak mengindahkan aturan.

Razia penyakit masyarakat itu untuk menjaga ketertiban masyarakat. Selain penertiban di tempat karaoke, pihaknya juga merazia pasangan muda-mudi di sekitar Stadion Candradimuka. Petugas menerapkan Perda Nomor 6 Tahun 1973 tentang Pemberantasan Pelacuran di Jalan serta Perda Nomor 7 tahun 1973 tentang Penutupan Tempat Pelacuran.

Perda yang masih ditulis tangan itu diharapkan mampu memberi efek jera bagi pelaku yang terjaring razia. Enam orang yang terjaring razia itu lantas dibawa ke Kantor satpol PP Jalan Indrakila Kebumen untuk dilakukan pembinaan. (K5-78/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s