Pedagang Daging Sapi di Kebumen Tolak Mogok

Pedagang daging sapi di Kabupaten Kebumen tidak terpengaruh dengan seruan aksi mogok.

KEBUMEN – Pedagang daging sapi di Kabupaten Kebumen tidak terpengaruh dengan seruan aksi mogok karena harga daging yang terus melambung di sejumlah daerah. Alasannya, aksi mogok justru membuat mereka merugi. Sebab banyak pelanggan terutama penjual bakso yang pindah membeli daging di tempat lain.

Selain itu, harga daging sapi di Kabupaten Kebumen juga relatif stabil. Dengan alasan itu pula, para pedagang daging sapi, menolak ikut-ikutan dalam aksi mogok.

Menurut salah satu pedagang daging di Pasar Tumenggungan, Hj Wati, aksi mogok berjualan seperti yang diintruksikan penjual daging sapi di Jakarta tidak akan berpengaruh dengan kondisi di Kebumen.Sebab, aksi tersebut justru membuat mereka merugi. Banyak pelanggan mereka, terutama para penjual bakso, beralih atau pindah.

“Aksi mogok itu justru yang rugi pedagang sendiri, karena pelanggan banyak yang pindah ke tempat lain,” kata Hj Wati, pedagang daging Sapi di Pasar Tumenggungan Kebumen, Selasa (11/8).

Wati menegaskan, aksi mogok tak memiliki dampak apa pun. Terlebih di Kabupaten Kebumen tidak tergantung dengan pasokan daging impor. Ia justru mendukung pemerintah yang menyetop kran impor sapi dari luar negeri.

“Saya yakin, ini lebih banyak unsur politisnya. Karena dengan aksi ini para importir nakal itu akan meminta pemerintah membuka kran impor lagi,” ungkap pemilik gedung olahraga Lembu Sakti ini.

Ia mengungkapkan, daging yang dijualnya adalah daging sapi lokal Kebumen. Suaminya yang langsung membelinya dari Pasar Hewan Kebumen. Dalam sehari paling sedikit dia harus menyediakan 5 kwintal untuk para pelanggannya.

Sedangkan secara keseluruhan, pihaknya menyembelih 3 ekor sapi untuk memenuhi pedagang lain di wilayah Kebumen, Karanganyar, hingga Gombong. “Jadi kalau ada sapi lokal yang juga bagus, kenapa harus impor,” tegasnya.

Taknya hanya itu, harga daging sapi di Kebumen juga masih normal, sekitar Rp 95-100 ribu per kilogram. Dengan harga itu, tidak ada alasan pedagang menggelar aksi mogok sebagaimana terjadi di sejumlah tempat. ”Enggak ada alasan mogok,” tandasnya.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar), harga daging sapi di Kabupaten Kebumen terpantau stabil di kisaran Rp 100 ribu per kilogram. Hal ini disebabkan kebutuhan daging sapi untuk wilayah ini telah dapat dipenuhi peternak lokal.

Kasi Perlindungan Konsumen Disperindagsar, Agung Patuh menjelaskan, dari hasil pemantauan ke sejumlah pasar pada Senin (10/8) dan Selasa (11/8), pedagang daging sapi tetap berjualan. Mereka menjual daging sapi dengan harga Rp 100 ribu per kg.

Agung memastikan di Kebumen, tidak ada daging sapi impor atau dari daerah lain. Karena untuk kebutuhan daging sapi sudah bisa dipenuhi dari para peternak sapi di Kebumen. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab stabilnya harga daging sapi di Kebumen. (ori/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s