Penerapan Parkir Berlangganan, Belum Ada Titik Temu

Ilustrasi

Ilustrasi

GOMBONG – Penerapan berlangganan parkir khusus di Pasar Wonokriyo, Gombong, Kebumen, belum ada titik temu antara pedagang dengan pengelola parkir setempat. Pasalnya, pedagang merasa keberatan dengan besaran berlangganan Rp 20 ribu per bulan. Sedangkan permintaan dari para pedagang Rp 15 ribu per bulan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen mengundang pihak terkait, kemarin. Selain perwakilan pedagang, komisi yang diketuai oleh Sudarmaji itu juga mengundang pihak CV Mangga selaku pengelola parkir tersebut. Tidak ketinggalan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kebumen Sudarmaji yang didampingi Sekretaris Akhsin meminta agar masingmasing pihak tetap menjaga kondusivitas dalam penyelesaian masalah perbedaan besaran biaya berlangganan parkir khusus tersebut. ”Dan kami tekankan kepada pihak eksekutif dalam hal ini Disperindagsar untuk bisa menyelesaikannya,” pinta Sudarmaji.

Terpisah, Kepala Disperindagsar Kebumen Azam Fatoni mengemukakan, terkait pengelolaan parkir khusus di pasar Wonokriyo Gombong sudah ada perjanjian atau kontrak yang mengikat antara Pemkab dengan CV Mangga yang dipimpin Agan Suhari.

Sehingga, dalam ranah pengelolaan parkir itu menjadi kewenangan pihak ketiga tersebut. Kendati demikian, Disperindagsar mengakomodasi keinginan dari para pedagang pasar Wonokriyo Gombong.

Penafsiran Harga

”Untuk itu, kita uji cobakan dulu besaran berlangganan parkir khsusu Rp 20 ribu,” jelasnya. Selanjutnya, lanjut Azam, akan dievaluasi. Dari tiga ribu pedagang pasar Wonokriyo Gombong, saat ini baru 80 orang yang berlangganan parkir khusus.

Berikutnya baru 40 pedagang yang melakukan registrasi. Sehingga, pemasukan dari parkir itu pun masih minim. Padahal, target dari pendatapan parkir di pasar Wonokriyo mencapai Rp 1.805.000 per hari. Adapun bagi masyarakat ditarik Rp 2 ribu untuk mobil, dan Rp 1000 untuk motor.

Lebih lanjut Azam mengatakan, penerapan parkir khusus juga diberlakukan di tempat lain, seperti Pasar Petanahan, Karanganyar, dan Pasar Tumenggungan Kebumen. Saat ini bahkan tengah dilakukan persiapan dari tim kajian untuk penafsiran harga di sejumlah pasar tradisional yang dikelola Pemkab lainnya.

Untuk Pasar Sruni, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen sudah rampung dan telah dilaksanakan kontrak dengan pihak ketiga. Pemilik CV Mangga Agan Suhari, menjelaskan, penanganan parkir khusus di Pasar Wonokriyo melibatkan tenaga kerja cukup banyak, yakni 38 orang.

Ini karena pihaknya menampung orang lama. Sehingga, perhitungan Rp 15 ribu untuk berlangganan parkir khusus itu belum masuk. Dan pihaknya tetap menerapkan Rp 20 ribu sebulan. (K5-78/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s