Rp 250 Juta untuk Air Bersih, Antisipasi Kekeringan

Droping air bersih bagi warga dari BPBD Kebumen. (Photo: KRjogja)

Droping air bersih bagi warga dari BPBD Kebumen. (Photo: KRjogja)

KEBUMEN – Pemkab Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan langkah-langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Salah satunya dengan menganggarkan dana untuk bantuan air bersih kepada desa-desa yang mengalami kesulitan air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kebumen, Muhyidin menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp 250 juta melalui APBD Kebumen tahun anggaran 2015. Anggaran sebesar itu untuk pengiriman bantuan air bersih 1.268 tangki.

’’Setiap tangki berisi 5.000 liter yang akan didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih,’’ ujar Muhyidin kepada Suara Merdeka, Kamis (25/6).

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan di APBD perubahan Rp 150 juta atau setara dengan 788 tangki. Dengan begitu, total jika disetujui, anggaran untuk bantuan air bersih Rp 400 juta atau setara dengan 2.056 tangki air bersih.

Pihaknya juga sedang mengusahakan untuk mengajukan anggaran ke APBN. Selain menyiapkan anggaran, pihaknya juga melakukan survei untuk melihat sejauh mana kondisi di lapangan termasuk tingkat kebutuhan masyarakat.

Mulai Berkurang

Dari hasil survei, sebagian mata air di wilayah pegunungan debitnya mulai berkurang. Bahkan, ada beberapa yang sudah mendesak untuk dilakukan pengiriman bantuan air bersih.

’’Paling tidak Juli nanti sudah dilakukan pengiriman bantuan air bersih bagi daerah-daerah yang sudah membutuhkan,’’imbuhnya seraya menyebutkan pihaknya telah menyiapkan enam mobil tangki dan satu mobil cadangan serta backup dari PDAM.

Data yang ada menunjukkan, tahun 2014 terdapat 84 desa yang mengalami kekurangan air bersih. Tetapi 2015, desa yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih diprediksi menurun hanya 77 desa di 16 kecamatan yang diduga bakal mengalami rawan air bersih.

Adapun 77 desa rawan kekeringan itu meliputi wilayah Kecamatan Ayah, Sempor, Pejagoan, Alian, Sruweng, Karangsambung, Poncowarno, Padureso, Rowokele, Kebumen, dan Buayan. Selain itu, sejumlah desa di Karanggayam, Karangganyar, Kecamatan Prembun, Adimulyo, dan Kutowinangun.

’’Berkurangnya jumlah desa rawan air bersih, karena program pipanisasi di sejumlah wilayah telah selesai. Dengan demikian, warga sudah dapat menikmati kebutuhan air bersih setiap saat,’’katanya. Dia menyebutkan, musim kemarau tahun ini lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. (J19-42/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s