Penanggulangan HIV/AIDS, PC NU Kebumen Terbaik

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen mendapat peringkat terbaik pertama dalam penanggulangan HIV/AIDS di Jawa Tengah.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen mendapat peringkat terbaik pertama dalam penanggulangan HIV/AIDS di Jawa Tengah.

KEBUMEN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen mendapat peringkat terbaik pertama dalam penanggulangan HIV/AIDS di Jawa Tengah. Dengan prestasi tersebut PC NU Kebumen mendapatkan piagam penghargaan dari SR-NU HIV/AIDS Jawa Tengah.

Ketua Forum Nahdiyin Peduli HIV/AIDS (FNPHANU) Kebumen Agus Salim Chamidi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan amanah yang patut untuk disyukuri. ’’Rasa syukur akan semakin bermakna ketika diwujudkan dengan selalu istiqomah dalam melaksanakan penangulangan HIV/AIDS di kabupaten dengan slogan Beriman ini,’’katanya.

Di sisi lain, ketika mendapat peringkat terbaik se- Jawa Tengah dalam hal penanggulangan, ternyata Kebumen juga mendapat peringkat ke-empat penderita terbanyak se-Jawa Tengah. Dikatakan Agus Salim, terkadang, penghargaan itu akan membuat terlena.

Pasalnya, dengan mendapatkan peringkat terbaik bisa saja justru akan menjadikan sombong. Padahal, tugas terberat yang akan dihadapi adalah bagaimana kedepan PC NU Kebumen tetap konsisten dalam penangulangan HIV/AIDS. ’’Kalau tidak ditangani dengan serius, maka HIV/AIDS bisa diibaratkan sebuah gurita yang siap menelan dunia,’’imbuhnya.

Advokasi Anggaran

Perolehan peringkat terbaik ini bukan tanpa alasan. Mengingat, FNPHA-NU Kebumen, bersama-sama dengan FPA Bugenvile Kebumen dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), telah berhasil melaksanakan advokasi anggaran APBD. Dari yang semula hanya Rp 50 juta menjadi Rp 200 juta, untuk biaya penanggulangan HIV/AIDS. Selain itu, yang menjadi pertimbangan lain kemungkinan dengan terbitnya sebuah novel yang berjudul ’’Surga untuk ODHA(Orang dengan HIV/AIDS)’’yang dikarang oeh Agus Salim sendiri.

Novel tersebut saat ini sangat menasional di kalangan aktivis HIV/AIDS. Novel tersebut juga telah dicetak sebanyak 2000 eksemplar dan semuanya telah laku terjual. Bahkan, novel tersebut pernah dibedah di IAIN Walisongo Semarang.

’’Novel tersebut menceritakan kisah perjalanan ODHA. Selain itu dalam novel itu juga mensosialisasikan tentang beberapa putusan Muhtamar NU tentang seorang Istri berhak mengajukan cerai, apabila sang suami terinfeksi HIV/AIDS dan tidak mau menggunakan kondom saat hubungan badan,’’ paparnya. (K5- 42/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s