Migrasi Elpiji 12 Kg Capai 30 Persen

gas-3-kg

KEBUMEN – Ramadan ini terdapat penambahan alokasi elpiji 3 kg sebanyak 49.690 tabung atau delapan persen. Adapun pada Juli atau mendekati Idul Fitri ditambah lagi menjadi 74.535 tabung atau 12 persen dari alokasi normal setiap harinya, yakni 24.845 tabung.

Kendati sudah ada penambahan alokasi berulangkali, namun acapkali masih terjadi kekurangan barang di tingkat konsumen. Padahal, elpiji yang disubsidi pemerintah itu telah didistribusikan oleh 11 agen di kabupaten berslogan Beriman ini hingga ke desadesa.

Dan kurangnya elpiji 3 kg itu salah satunya akibat terjadi migrasi konsumen yang menggunakan elpiji 12 kg. ’’Jadi belum tentu karena warga yang miskin bertambah,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Kebumen didampingi Kasi Perlindungan Konsumen Agung Patuh.

Agung Patuh menjelaskan, elpiji 3 kg itu diperuntukkan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan rumah tanggga miskin. Sehingga, di luar itu tidak berhak menggunakan elpiji bersubsidi, melainkan harus menggunakan elpiji 12 kg.

Namun ternyata, akhir-akhir ini terjadi penyerapan elpiji 3 kg yang tinggi. Bahkan, menurut Agung Patuh, penyerapan yang diakibatkan oleh migrasi konsumen elpiji 12 kg ke 3 kg itu mencapai 30 persen dibandingkan dari tahun 2012 dengan 2015.

Distribusi Terbuka

Untuk tahun 2012 rata-rata realisasi penyerapannya 502.160 tabung per bulan, sedangkan tahun 2015 mencapai 654.512 tabung per bulan. Adapun rata-rata realisasi penyerapan elpiji 12 kg terjadi penurunan. Pada 2012 mencapai 34.753 tabung per bulan, sedangkan 2015 hanya 25.300 tabung per bulan.

Agung Patuh mengaku, tidak bisa berbuat banyak untuk menekan migrasi dari penggunaan elpiji 12 kg ke 3 kg. Lebih lanjut, paling banter pihaknya melakukan imbauan, di mana elpiji bersubsidi hanya untuk masyarakat miskin. Diakuinya, distribusi elpiji 3 kg belum diatur secara tertutup.

Artinya, siapa saja masih bisa memperoleh gas tersebut. Kendati jumlahnya dibatasi dengan kuota, namun jika distribusi masih terbuka, maka sampai kapan pun kami tidak bisa membatasi migrasi atau penambahan jumlah pengguna elpiji 3 kg.

Mengenai harga di tingkat pangkalan Rp 15.500. berdasarkan SK Gubernur Nomor 541 Tahun 2015. Adapun harga di tingkat konsumen atau pengecer Rp 18 ribu per tabung, yang mendasari Keputusan Bupati Nomor 541/385/keb/2015 yang ditetappkan 11 Juni.

’’Penetapan harga tertinggi di tingkat pangkalan dan konsumen itu sudah memberikan keuntungan baik kepada agen, pangkalan maupun pengecer,’’ imbuh Agung sembari berharap agar tidak ada lagi harga di atas ketentuan tersebut. (K5-42/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s