Usai Ngaji, Santri Bermain Ular Piton

Di TPQ Pondok Pesantren Raden Paku di Dusun Gunungsari, Desa/ Kecamatan Pejagoan  para santri dibebaskan bercengkerama dengan ular phyton setiap menjelang waktu berbuka puasa.

Di TPQ Pondok Pesantren Raden Paku di Dusun Gunungsari, Desa/ Kecamatan Pejagoan para santri dan warga dibebaskan bercengkerama dengan ular phyton setiap menjelang waktu berbuka puasa.

PEJAGOAN – Banyak  cara dilakukan untuk menunggu waktu datangnya buka puasa. Salah satu yang cukup unik dilakukan para santri di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Pondok Pesantren Raden Paku di Dusun Gunungsari, Desa/Kecamatan Pejagoan, Kebumen. Para santri memiliki cara unik setiap menjelang buka puasa. Yakni selesai mengaji Alquran, mereka asyik bermain dengan ular.

Tak tanggungtanggung ular yang diajak bermain adalah ular jenis piton yang berukuran raksasa. Tidak sekadar bermain, para santri juga diajarkan untuk menyayangi terhadap sesama mahluk. Apalagi pengasuh pondok pesantren itu hobi memelihara ular piton dari kecil. Sehingga para santri sudah terbiasa dan tidak takut dengan ular-ular raksasa tersebut.

Dari pengamatan Suara Merdeka, ular raksasa jenis piton sengaja dikeluarkan di sekitar pondok untuk berbaur bersama santri dan warga sekitar pondok sambil menunggu datangnya bedug azan maghrib. Sedikitnya sembilan ekor ular piton menjadi tontonan warga sekitar dan santri-santri.

Ustad Amin, salah satu pengajar di TPQ Pondok Pesantren Raden Paku menjelaskan, para santri diajari menyayangi binatang dan merawatnya dengan baik. Hal itu sebagai wujud cinta kepada Allah Yang Maha Esa. “Juga untuk melindungi populasi ular ini agar tidak punah,” ujar Ustad Amin.

Sayangi Binantang

Kegiatan ngabuburit unik belajar Alquran sambil bermain dengan ular itu sengaja dilakukan. Tujuannya, selain menjadi daya tarik untuk senang belajar Alquran, juga mengajarkan santri menyayangi sesama makhluk dan binatang agar bersama sama menjaga kelestarian binatang untuk tidak punah. Sementara itu, para santri TPQ Pondok Pesantren Raden Paku mengaku senang dan terhibur, karena setiap sore bisa bermain dengan ular-ular raksasa.

Warga pun ikut senang, karena mendapatkan hiburan gratis. Tidak sedikit orang tua yang mengantar anakanya ikut mengaji ikut melihat ular-ular yang dilepas di sekitar pesantren. “Ular-ular piton ini sudah jinak dan tidak berbahaya, karena sudah dipelihara pengasuh Pondok Pesantren Raden Paku sejak ular-ular masih kecil,” ujar Aminah dan Siti, santriwati. (Supriyanto-32/ suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s