Lagi, Warga Tolak Pemagaran di Urut Sewu

Ratusan warga Desa Wiromartan Kecamatan Mirit, kembali berkumpul di pesisir pantai selatan untuk ikut andil dalam penolak pelaksanaan pembangunan pagar, Selasa (23/6).

Ratusan warga Desa Wiromartan Kecamatan Mirit, kembali berkumpul di pesisir pantai selatan untuk ikut andil dalam penolak pelaksanaan pembangunan pagar, Selasa (23/6).

MIRIT – Ratusan warga Desa Wiromartan Kecamatan Mirit, kembali berkumpul di pesisir pantai selatan untuk ikut andil dalam penolak pelaksanaan pembangunan pagar.  Warga dengan kompak menghalang-halangi beberapa tukang batu, yang hendak membuat pagar, Selasa (23/6).

Bukan cuma itu, ratusan warga juga menutup kembali, galian tanah yang akan dijadikan pondasi pagar. Penolakan tersebut sudah dilakukan selama dua hari. Sebelumnya kejadian yang sama juga terjadi pada hari Senin (22/6) dilokasi yang sama.
“Kita akan terus melakukan penolakan pemagaran,” tutur Kepala Desa Wiromartan Widodo Sunu Nugroho SP.

Dijelaskannya, pekerja yang akan membuat pagar berjumlah sekitar 15 orang. Selain itu banyak anggota TNI berada dilokasi untuk berjaga-jaga. Sekitar pukul 08.00 WIB para personil TNI dan para pekerja datang dari arah barat. Yaitu mulai dari perbatasan Desa Wiromartan dan Desa Lembupurwo.

“Untuk pagar yang akan dibangun di Desa Wiromartan panjangnya sekitar 400 meter, mulai  dari perbatasan Desa Lembupurwo hingga sampai ke Jalan Galangmontor,” katanya.

Sunu menambahkan,  pada waktu yang sama penolakan pemagaran juga sedang dilaksanakan oleh warga Desa Petangkuran Kecamatan Ambal. Masyarakat kedua desa tersebut, pasti akan terus melaksanakan penolakan pemagaran hingga sampai kapanpun.

“Ya… kita akan kompak dan akan terus menolak pambangunan pemagaran,” tandasnya.

Sementara itu terpisah Dislitbang AD Mayor Inf Kusmayadi mengatakan, bahwa pamagaran ini merupakan program nasional, dan dari pemerintah pusat. Sehingga program pemagaran pasti akan terus dilanjutkan. Tujuan dari pemagaran tersebut adalah untuk mengamankan asset Negara dan juga untuk menjaga perbatasan.

Selain itu kawasan tersebut selama ini  memang digunakan untuk latihan para TNI. “Apapun kondisinya, program pemagaran ini, pasti akan kita  laksanakan,” tegasnya.

Dijelasknnya, beberapa desa yang sudah dipagar, sama sekali tidak ada masalah. Para warga tetap bisa menggunakan lading untuk bercocok tanam dan mereka juga tetap dapat panen seperti biasa. Sehingga alasan pemagaran akan mengganggu aktifitas para warga sangatlah tidak beralasan.

Faktanya dari beberapa desa sudah dipagar sama sekali tidak ada keluhan. “Mengenai masalah yang terjadi saat ini kita kan melaporkan kepada Komandan Kodim, adapun langkah selanjutnya belum bisa kita sampaikan, yang jelas program pemagaran pasti akan dilanjutkan,” terangnya. (mam/nun/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s