Pembeli “Nyetok” Kembang Api; Pedagang Untung Rp 5 Juta

Salah satu pedagang kembang api yang biasa mangkal di Pasar Dorowati Kecamatan Klirong Sarifun (32) mengatakan, dalam sehari pedagang bisa menjual puluhan kembang api dengan kisaran harga mulai Rp 3.000 sampai Rp 30.000 per buah.

Salah satu pedagang kembang api yang biasa mangkal di Pasar Dorowati Kecamatan Klirong Sarifun (32) mengatakan, dalam sehari pedagang bisa menjual puluhan kembang api dengan kisaran harga mulai Rp 3.000 sampai Rp 30.000 per buah.

KLIRONG – Memasuki hari kedua puasa Ramadan 1436 Hijriyah, sejumlah pedagang kembang api mengaku mulai diburu pembeli. Para mulai memburu kembang api untuk stok Lebaran. Alasanya, saat Lebaran harganya kembang api bisa naik dua kali lipat dari harga normal.

Salah satu pedagang kembang api yang biasa mangkal di Pasar Dorowati Kecamatan Klirong Sarifun (32) mengatakan, dalam sehari pedagang bisa menjual puluhan kembang api dengan kisaran harga mulai Rp 3.000 sampai Rp 30.000 per buah. Kemungkinan penjualan kembang api akan terus meningkat saat mendekati lebaran.

“Alhamdulillah dari awal sudah laris, mudah-mudahan kedepan akan semakin laris,” katanya.

Selain di Pasar Dorowati, di beberapa pasar kecamatan juga sudah mulai ramai pedagang kembang api. Diantaranya Pasar Kutowinangun , Karanganyar, Prembun, dan Gombong. Kehadiran ratusan pedagang kembang api itu juga turut meramaikan pelaksanaan puasa Ramadan.

Tingkat penjualan Ramadan tahun ini, diperkirakan akan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya bisanya dari tahun ketahun peminat kembang api semakin banyak. Meskipun saat ini perekonomian sedang sulit, namun semangat masyarakat untuk berpesta kembang api bakal tetap meriah.

“Saya Optimis, akan banyak yang beli, apalagi menjelang lebaran, dimana para perantauan pada pulang, pasti banyak yang akan borong,” ujarnya.

Dia menjelaskan, usaha dagang kembang api sangat potensial. Dalam satu bulan penjualan, seorang pedagang bisa mengantongi keuntungan bersih minimal Rp 3 – 5 juta. Keuntungan itu bergantung dari modal yang digunakan. Tentunya semakin besar modal akan semakin banyak barang yang terjual.

Dengan begitu tentunya akan semakin banyak keuntungan. “Kembang api yang kita jual sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) ,” katanya. (mam/nun/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s