Musim Kemarau, Petani Sedot Air di Irigasi Kedungbener

Petani lahan pasang surut roworejo dan tanahsari menyedot air si kedungbener (Dasih)

Petani lahan pasang surut Roworejo dan Tanahsari menyedot air di irigasi Kedungbener (Dasih)

KEBUMEN – Memasuki musim kemarau yang sangat minim hujan ratusan petani di lahan pasang surut Desa Roworejo dan Tanahsari   Kecamatan/Kabupaten Kebumen kini berusaha mempertahankan pertumbuhan  tanaman padinya dengan cara menyedot air dari Saluran Irigasi (SI)  Kedungbener.

“Sawah kami tak termasuk lahan yang mendapatkan jatah air dari  saluran irigasi tersebut. Namun karena sudah tak ada hujan, agar  sawah kami tak kekeringan kami menyedot airnya untuk sawah kami,”  ujar Trimo, petani Dukuh Pejunungan Desa Tanahsari, Jum’at  (19/06/2015).

Menurut Trimo lahan pasang surut Roworejo dan Tanahsari adalah bekas rawa-rawa yang mengering di musim kemarau. Agar tanaman padi  tidak mati, petani mengupayakan penyedotan air dari SI Kedungbener  dengan mesin penyedot air.

“Namun untuk memikul biaya pembelian solar untuk mesin sedot yang  cukup besar kebanyakan petani mengandalkan salah satu petani yang  kemampuan keuangannya kuat, yaitu Haji Mansur. Beliaulah yang menanggung pembelian solar. Seusai panen petani akan menyerahkan  sebagian hasil panen kepada beliau,” ujar Trimo. (Dwi/ KRjogja.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s