Konangan Nyuri Burung, Siswa SMK Disidang Warga

Ilustrasi/ Foto: Istimewa

Ilustrasi/ Foto: Istimewa

BULUSPESANTREN – Kelakuan remaja berusia belasan tahun berinisial Dn (17) warga Desa Waluyo Kecamatan Buluspesantren ini bikin geleng-geleng kepala. Mengaku tak punya uang untuk beli burung merpati, remaja yang masih tercatat sebagai salah satu SMK swasta di Kebumen itu nekat mencuri.

Apes baginya, aksi itu ketahuan pemilik dan warga yang kemudian menggelandangnya ke balai desa. Kejadian yang terjadi Minggu malam (14/6/2015) itupun membuat heboh. Informasi yang berhasil dihimpiun, Dn menyasar rumah milik Agus warga RT 1 RW 4 Dukuh Kawelutan Desa Tambakrejo kecamatan Buluspesantren, sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya aksi itu berlangsung mulus.

Namun, tanpa sepengetahuan Dn, aksi itu diketahui pemilik yang sebelumnya sudah dua kali menjadi sasaran pencurian. Melihat burungnya “digerayangi maling” Agus berteriak dan mengejar pelaku. Sontak, Dn lari tunggang langgang. Saking paniknya, burung yang sudah berada di genggaman Dn pun terlepas.

Upaya pelarian Dn tak berlangsung lama. Warga yang terbangun mendengar teriakan Agus mengepung dan menutup seluruh akses keluar Desa Tambakrejo. “Mungkin karena tidak tahu persis wilayah Desa Tambakrejo, pelaku berlari ke jalan buntu sehingga dengan mudah ditangkap warga,” kata Tulud Wahyudi salah satu warga Desa Tambakrejo.

Selanjutnya, Dn digelandang beramai-ramai ke balai desa setempat. Sekretaris Desa Tambakrejo, Yudo Purwanto membenarkan kejadian itu. Menurutnya, saat itu pihaknya segera berkoordinasi dengan Kepala Desa Waluyo, Thamrin untuk menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

“Kepala Desa Waluyo datang bersama dua perangkatnya dan menginterogasi langsung pelaku,” kata Yudo.

Di depan perangkat desa Waluyo dan Tambakrejo beserta puluhan warga yang hadir di balai desa, Dn mengakui perbuatannya. “Katanya dia mencuri karena ingin punya burung dara. Karena tidak punya uang (pelaku) akhirnya nekat mencuri,” kata Yudo.

Mendengar pengakuan Dn, warga akhirnya memaafkan pelajar yang masih duduk di bangku salah satu SMK swasta di Kebumen tersebut. Setelah dinasihati, Dn pun dibawa pulang ke Waluyo dan diminta tidak mengulangi perbuatannya. “Sesuai dengan program Rumah Mitra Polisi, kami diminta menyelesaikan persoalan seperti ini di tingkat desa. Jadi perkara ini tidak sampai dibawa ke ranah hukum,” kata Yudo lagi.

Agar peristiwa ini tidak berulang, Yudo menghimbau para orang tua untuk lebih mengawasi pergaulan anak-anak mereka. Terlebih menjelang masuknya bulan suci Ramadhan. “Bila ada kejadian seperti ini kami juga meminta agar pemerintah desa dan warga menghindari cara-cara kekerasan. Apalagi, bila masih sebatas kenakalan remaja seperti di desa kami,” kata Yudo. (cah/ kebumenekspres.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s