Lomba Peragaan Busana Dari Koran Bekas hingga Kulit Jagung

Lomba peragaan busana dari bahan daur ulang. Peragaan busana yang diikuti pelajar SMA, MA dan SMK, digelar di Alun-alun Kebumen, Jumat (12/6).

Lomba peragaan busana dari bahan daur ulang. Peragaan busana yang diikuti pelajar SMA, MA dan SMK, digelar di Alun-alun Kebumen, Jumat (12/6).

KEBUMEN – Puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia 2015 di Kabupaten Kebumen disemarakkan dengan lomba peragaan busana dari bahan daur ulang. Peragaan busana yang diikuti pelajar SMA, MA dan SMK, digelar di Alun-alun Kebumen, Jumat (12/6).

Puluhan model remaja berlenggak-lenggok dengan membawakan busana berbahan barang bekas. Ratusan penonton menyemut mengelilingi tempat lomba menyaksikan fashion show unik ini. Meski dari bahan-bahan bekas, busana yang dibawakan model-model ini tak kalah keren dengan menggunakan kain mahal.

Ada yang berbentuk kupu-kupu, ada pula mirip putri kipas dengan sanggul menjulang. Mereka tampak cantik dalam balutan busana yang relatif murah tetapi tetap berkelas itu. Mereka seperti sudah terbiasa mengenakan busana pesta dengan bahan barang bekas.

Berbagai bahan bekas yang digunakan diantaranya koran bekas, bekas kemasan kertas HVS, bekas lempengan DVD, plastik bekas kemasan, hingga limbah kulit jagung. Peragaan busana dari bahan daur ulang ini bukan sekadar parade fesyen, tetapi lebih pada upaya mengirim pesan penting tentang bagaimana bahan yang tidak terpakai bisa digunakan kembali.

“Kita kemas dalam event fesyen agar masyarakat, khususnya anak muda, lebih tertarik berpartisipasi dan terlibat dalam kreasi daur ulang,” terang Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kebumen, Masagus Herunoto.

Peringatan hari lingkungan hidup juga diisi dengan senam masal yang diikuti pelajar hingga pegawai di jajaran Pemkab Kebumen. Wakil Bupati Djuwarni pada sambutannya menyampaikan, peringatan hari lingkungan hidup sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni.

Peringatan ini bertujuan untuk menegaskan komitmen, aksi dan gerakan perlindungan lingkungan hidup negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. “Ini merupakan bagian dari kampanye publik agar kita semakin memahami dan mencintai lingkungan. Kesemuanya bertujuan menyadarkan semua pihak untuk ikut bertanggungjawab merawat bumi,” tegasnya. (ori/sus/ Radar Banyumas /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s