Perbaikan Alat Tangkap Ikan Mendesak

Nelayan Kebumen dipusingkan kapal besar. (Foto: Sukmawan/KRjogja)

Nelayan Kebumen. (Foto: Sukmawan/KRjogja)

AYAH – Infrastruktur tangkap nelayan tradisional di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah septi Cilacap, Kebumen dan Purworejo sudah tidak mampu mengantisipasi tantangan iklim yang kian ekstrem. Paceklik akibat gelombang tinggi dan angin kencang menyebabkan nelayan berperahu kecil tidak bisa menangkap ikan hingga ke tengah laut. Perbaikan alat tangkap mendesak.

Para nelayan tradisional hanya mengandalkan perahu jukung dengan mesin tempel dengan kapasitas bahan bakar maksimal 25 liter. Dengan perahu semacam itu, nelayan hanya bisa menjangkau maksimal 10 mil laut (sekitar 15 kilometer) dari bibir pantai. Selain itu, dengan tinggi lambung perahu kurang dari satu meter, mereka tidak bisa menembus gelombang yang lebih tinggi dari 1,5 meter.

Terlebih tahun ini saja, panen raya hanya 2-3 bulan, sisanya peceklik karena cuaca buruk. Sementara itu, menurut Sukidi (33), nelayan Pantai Ayah, selain BBM, modal nelayan untuk pengadaan peralatan melaut sudah semakin besar.

”Harga perahu bermotor saat ini bisa mencapai Rp 25 juta per unit, sedangkan jaring tangkap, paling murah Rp 500.000 juta per unit. Akibatnya, nelayan kesulitan memperbarui peralatan tangkapnya,” katanya.

Teknologi sebagian besar nelayan saat ini tidak jauh berbeda selama 35 tahun terakhir. Jika tidak ada intervensi di sektor alat tangkap, nelayan kecil tak akan bertahan. Dia berharap para nelayan dibantu kapal di atas 30 GT dengan sistem kelompok. Terlebih kini, gelombang tinggi dan angin kencang semakin sering melanda perairan Cilacap hingga Yogyakarta. Akibatnya, nelayan hanya bisa mencari hasil laut di tepian pantai. Bahkan, sebagian besar meninggalkan perahu untuk mencari pekerjaan serabutan di kota.

Program bantuan kapal Inka Mina dari pemerintahan sebelumnya hingga kini justru terbengkalai karena kualifikasinya tidak sesuai dengan kondisi gelombang laut selatan yang ganas. Selain itu, jika disalurkan melalui koperasi atau instansi pemerintah setempat, bantuan biasanya juga tidak akan menyentuh semua nelayan. (Kompas_ed /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s