Ramadan 29 Hari, Awal Puasa 18 Juni

Ilustrasi

Ilustrasi

KEBUMEN – Kendati rukyat baru dilaksanakan Selasa (16/6) mendatang, awal Ramadan sudah bisa diketahui jatuh pada Kamis (18/6). Hal itu disampaikan Ketua Badan Hisab Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Kebumen Khamid saat ditemui Suara Merdeka, kemarin.

Menurut dia, rukyat pada Selasa (16/6) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pedalen, Kecamatan Ayah, Kebumen itu, dalam perhitungan hisab, terjadi ijtimak (bertemunya matahari dan bulan) pada pukul 22.00, sehingga tidak mungkin terlihat bulan untuk mengetahui 1 Ramadan.

Adapun ijtimak akan terjadi pada Rabu (17/6) pukul 08.00, sehingga pada Rabu malamnya, posisi bulan sudah di atas 3 derajat. ”Artinya, tanggal 1 Ramadan jatuh pada Kamis (18/6),” kata Khamid sembari menambahkan, secara otomatis awal puasa sudah diketahui.

Khamid yang juga Kasi Penyelenggara Syariah pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen itu menjelaskan, rukyat pada Selasa (16/6) yang tidak mungkin terlihat bulan tersebut tetap dilaksanakan rukyat, karena sudah menjadi program. Dan perhitungan untuk mengetahui awal puasa itu, sebagai acuan bagi kaum muslimin untuk mengawali puasa Ramadan.

”Tetapi penentuan 1 Ramadan tetap menunggu sidang isbat dari pemerintah, dalam hal ini Menteri Agama,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat mematuhi keputusan pemerintah tentang 1 Ramadan dan Sawal. Menurut perhitungan, Ramadan berlangsung selama 29 hari dan Idul Fitri atau 1 Sawal jatuh pada Jumat (17/7).

Saat ini, BHRD Kabupaten Kebumen bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kebumen dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen telah menyebarkan jadwal imsakiyah untuk pegangan kaum muslim dalam menjalankan ibadah selama Ramadan.

Jadwal Shalat

Selain jadwal imsak dan buka puasa, juga terdapat jadwal shalat. Kali ini, jadwal tersebut dikeluarkan masing-masing daerah, sehingga, jadwal di Kebumen kemungkinan ada selisih waktu dengan daerah lain. Untuk menggunakan jadwal tersebut, kata Khamid, terlebih dahulu harus mencocokkan dengan menghubungi nomor 103 melalui telepon rumah (telepon kabel).

”Dan jadwal tersebut siap digunakan dengan jam yang sudah dicocokkan.” jelas Khamid.

Di samping diimbau mengikuti keputusan pemerintah, masyarakat juga diminta menghormati Ramadan, dengan tidak terang-terangan makan dan minum di tempat terbuka. Dan Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen bekerja sama dengan Polres, Satpol PP untuk memberikan imbauan seminggu sekali selama Ramadan di rumah makan, pasar serta hotel dan restauran yang ada di kabupaten berslogan Beriman ini.

Selama Ramadan, tempat-tempat hiburan diminta tidak beroperasi. Terkait dengan sirine berbuka puasa di radio, Khamid menyarankan agar direlay agar satu stasiun radio dengan lainnya tidak berbeda. Pasalnya, jika sirine berbuka puasa mendahului waktu yang ditentukan, maka akan berbahaya karena menyangkut keabsahan puasa.

”Sedetik saja lebih awal menjadi berbahaya,” tandasnya.

Selama Ramadan, Kemenag Kabupaten Kebumen menggelar tadarus setiap hari mulai pukul 11.00. Selain itu tarawih silaturahim (Tarhim) bekerja sama dengan Pemkab di 4 dinas dan 7 kecamatan, melaksanakan rukyat 1 Ramadan dan 1 Sawal.

Serta Salat Ied 1 Sawal di Alun-alun Kebumen dan silaturahmi dengan tokoh agama di sejumlah pondok pesantren, antara lain Somalangu, Jetis, Nurul Anwar Pekeongan, Darussangadah Petanahan, Wonoyoso, Penajung, dan Almuhajirin Prembun. (K5-32/ Suaramerdeka /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s