60 Kelompok Tani Terima Bantuan Traktor

Petani menggarap sawah menggunakan traktor. (Photo: Suaramerdeka.com)

Petani menggarap sawah menggunakan traktor. (Photo: Suaramerdeka.com)

KEBUMEN – Sebanyak 60 kelompok tani di kabupaten berslogan Beriman ini menerima bantuan traktor. Bantuan tersebut diserahkan langsung Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa Taufik R Abdullah di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kebumen, Sabtu (6/6).

Menurut Kabid Sarana dan Prasarana Distanak Kabupaten Kebumen Khotib, dengan adanya bantuan tersebut, maka jumlah traktor di Kebumen tercatat sebanyak 2.900 unit. Selain bantuan dari dinas, traktor yang digunakan untuk mengolah sawah itu, juga dari swasta.

“Jumlah itu masih kurang, mengingat sawah di Kebumen cukup luas,” katanya. Khotib mengasumsikan setiap 10 hektare satu traktor. Sehingga sawah di Kebumen yang luasnya mencapai 39.768 hektare masih kurang sekitar 30 persen.

Untuk mendekati kondisi ideal, lanjut Khotib, pihaknya terus berkoordinasi dengan Anggota Komisi IV Taufik R Abdullah agar ada bantuan traktor lagi. Hal itu dibenarkan Taufik R Abdullah yang menyerahkan bantuan traktor didampingi Anggota DPRD Kabupaten Kebumen Muhsinun dan Ketua DPC PKB Kabupaten Kebumen Zaeni Miftah.

Taufik menekankan pentingnya membentuk kelompok, karena bantuan traktor itu diberikan kepada kelompok tani, bukan perorangan. Sehingga pengelolaan traktor itu pun tidak boleh dimonopoli satu orang, melainkan bersama-sama. Pihaknya akan mengupayakan agar bantuan tersebut ditambah. Tidak hanya traktor, tetapi juga pompa air, alat panen, serta bantuan lainnya.

Ia menegaskan, kebijakan pemerintah harus berpihak pada rakyat. Dan masyarakat diminta proaktif dan banyak berkomunikasi dengan dinas terkait. “Ini namanya kerja sama produktif dan mengedepankan kebersamaan membangun,” jelasnya.

Selama ini petani selalu kalah. Saat panen, gabah langsung diborong tengkulak dan disimpan di gudang. Hal itu yang kemudian menimbulkan harga beras menjadi mahal.

Harga Selangit

Jadi petani yang sudah tidak memiliki gabah lagi, harus membeli beras dengan harga selangit. Sedangkan orang yang bermodal besar kian meraup keuntungan berlipat dari hasil menjual beras. “Kalau diitungitung, keuntungan petani itu paling banter hanya 20 persen, sedangkan tengkulak mencapai 60 persen,” tandasnya.

Kondisi itu, menurut Taufik meruupakan kelemahan petani. Kendati demikian, kelemahan itu bisa menjadi kekuatan, asalkan diatur dengan benar dan profesional. Pertama, bagaimana agar hasil penennya bagus.

Kemudian dari hasil panen itu dikeluarkan zakat dan diatur sedemikian rupa agar mendapat keuntungan berlipat. Taufik mencontohkan agar hasil panen itu tidak dijual beras, namun sudah dalam bentuk olahan kue.

“Dan mestinya, petani tidak bingung untuk memenuhi kebutuhannya. Karena lahan sekitar rumah saja bisa ditanami cabai, atau jahe. Jadi kan lucu kalau petani malah beli cabai. Apalagi mengeluhkan harga cabai tinggi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, juga diisi dialog antara Taufik dengan para petani penerima bantuan traktor. Mereka menanyakan berbagai permasalahan pertanian, dari mulai gagal panen hingga kesulitan mendapatkan pupuk. Seperti yang disampaikan Suparmin dari Petanahan, Supangat dari Desa Kenteng, dan Slamet Riyadi dari Gombong.

Taufik menyampaikan adanya program asuransi bagi petani. Misalnya, petani yang padinya puso akan ditanggung pihak asuransi. Adapun mengenai kesulitan mendapatkan pupuk, menurut Taufik saat ini pemerintah menghadapi dilema. Pasalnya, perbedaan harga pupuk bersubsidi dengan pupuk nonsubsidi terlalu besar. Harga urea bersubsidi hanya Rp 1.800 per kg, sedangkan urea nonsubsidi mencapai Rp 5.600 per kg.

Sementara, pupuk yang dibeli petani selama ini melebihi harga yang ditentukan. Saat ditanya langsung oleh Taufik, para petani serempak mengatakan tidak mempermasalahahkan dengan harga pupuk. “Yang penting ada pupuk. Kalaupun harga pupuk dinaikkan, kami setuju saja,” kata para petani yang berbicara bersahutan itu. (K5-32/ Suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s