Masjid Ratusan Tahun Direnovasi

Bangunan Masjid Jami Azainuddin di Dukuh Karangrejo, Desa/Kecamatan Kutowinangun, Kebumen direnovasi.

Bangunan Masjid Jami Azainuddin di Dukuh Karangrejo, Desa/Kecamatan Kutowinangun, Kebumen direnovasi.

KUTOWINANGUN – Bangunan Masjid Jami Azainuddin di Dukuh Karangrejo, Desa/Kecamatan Kutowinangun, Kebumen yang sudah berumur ratusan tahun masih tetap kokoh hingga sekarang. Karena itu, renovasi masjid yang diinisiasi Kodim 0709 Kebumen pun tinggal meneruskan dengan pengecoran atap lantai. Masjid ini sudah diperhitungkan masih kuat hingga ratusan tahun ke depan. Bahkan tahan terhadap goncangan gempa. Masjid berukuran 21×21 meter yang direhab itu pun kian megah. Direncanakan, sebelum Lebaran sudah jadi.

“Pengerjaan rehab masjid dengan mengedepankan kebersamaan membangun ini bisa dilakukan dengan cepat,” kata Kasdim 0709 Kebumen Mayor Inf Edy Supardjo di sela-sela mengikuti karya bhakti rehab masjid kemarin. Inisiatif Kodim 0709 Kebumen agar masjid itu direhab, karena daya tampung jamaah masih kurang.

Terlebih menghadapi Lebaran yang dipastikan banyak perantauan pulang kampung. Sehingga agar daya tampung mencukupi jamaah, maka dicor atap lantainya. Rehab Masjid Jami Azainuddin itu dihadiri Muspika Kutowinangun. Ada sebanyak 135 personel yang dilibatkan dalam pelaksanaan karya bhakti tersebut, termasuk dari pihak kepolisian serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti karya bhakti itu.

Pembangunan Mental

Camat Kutowinangun Agus Susanto berterima kasih atas kepedulian TNI dan kepolisian dalam pembangunan masjid tersebut. Pihaknya pun memberi apresiasi tinggi kepada masyarakat Desa Kutowinangun yang giat bergotong-royong dalam segala bentuk pembangunan di wilayahnya.

“Tidak hanya pembangunan fisik, tapi juga pembangunan mental spiritual,” imbuhnya. Hal tersebut patut dicontoh masyarakat di wilayah lain agar bersama-sama melestarikan nilai gotong-royong di kabupaten berslogan Beriman ini. Supri (45), warga Desa Kutowinangun mengemukakan, masjid yang direhab itu memiliki sejarah panjang.

Dari ceritera kakeknya saat masih hidup, Masjid Jami Azainuddin sudah berumur ratusan tahun. Menariknya, masjid itu sudah berupa tembok kokoh layaknya benteng. “Saat zaman Belanda, masjid ini digunakan untuk mengatur strategi menghadapi penjajah dan benteng pertahanan dalam menghadapi musuh yang akan menyerang,” katanya. (K5-32/ Suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s