Menumbuhkan Kecintaan Pangan Lokal Melalui Kantin

Demo pembuatan masakan berbahan baku pangan lokal. (Foto : Dasih)

Demo pembuatan masakan berbahan baku pangan lokal. (Foto : Dasih)

KEBUMEN – Kantin sekolah saat ini harus menjadi salah satu garda terdepan dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap bahan pangan lokal non beras dan non terigu yang berkriteria beragam, bergizi, berimbang dan aman (B2SA). Salah satu caranya adalah dengan memperkaya variasi olahan menu makanan berbahan baku lokal tersebut, baik sebagai makanan pokok maupun jajanan anak sekolah.

“Kepada para pengelola kantin sekolah kami meminta kesadaran dan kesukarelaannya merealisasikan misi kami ini,” ujar Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kebumen, Ir Gunadi, saat berlangsung kegiatan Gerakan Pangan Lokal dan Gelar Pangan Sehat Kantin Sekolah yang diselenggarakan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Kamis (04/06/2015).

Kegiatan tersebut mengundang berbagai komponen masyarakat, 40 pengelola kantin sekolah, para kepala sekolah dasar dan ratusan siswa sekolah dasar di Kebumen. Mereka diundang untuk mendengarkan pemaparan tentang berbagai menu sehat dan bergizi berbahan baku pangan lokal dari para anggota Indonesian Cheff Asosiation (ICA) Semarang dan Prodi Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Pemaparan dilanjutkan dengan demo pembuatan masakan sushi berbahan baku beras analog produksi perajin beras analog Kebumen dan mie berbahan baku singkong yang dibubuhi pewarna dari aneka sayur mayur oleh ICA Semarang. Sedang Prodi ITP Fakultas Pertanian Unsoed menampilkan bola-bola salju kasafa yang berbahan baku getuk singkong.

Dalam pemaparannya tentang kantin sekolah sehat, Dr Hidayah Dwiyanti dari Unsoed Purwokerto menjelaskan kriteria kantin sekolah yang baik sesuai kaidah kesehatan, baik menyangkut pemilihan dan penyajian makanan, pengaturan tempat pengolahan dan penyajian makanan serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Seperti tempat penyimpanan makanan, haruslah bebas dari serangga dan tikus. Sedangkan pewarna dan pengawet makanan hendaknya menggunakan bahan alami. (Dwi/ KRjogja.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s