Komplotan Pembobol Brankas Ditangkap

Ilustrasi

Ilustrasi

PETANAHAN – Komplotan pencuri spesialis pembobol brankas yang selama ini meresahkan dibekuk anggota Resmob Satreskrim, Polres Kebumen. Bekerja sama dengan jajaran Polsek Petanahan, tiga tersangka berhasil ditangkap secara terpisah. Tersangka Tasa Mudasir (53) ditangkap di rumahnya di Dusun Banjar Utama, Desa Banjareja, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, Rabu (3/6) sekitar pukul 06.00.

Tasa Mudasir tercatat sebagai seorang residivis dalam kasus pencurian dengan kekerasan di Banten dan pencurian sarang burung walet. Sebelumnya, dua tersangka Suharto (42) dan Handoyo yang merupakan kakak beradik warga Desa/Kecamatan Petanahan, Kebumen itu ditangkap, Selasa (2/6) pukul 19.30.

Ketiga tersangka kemudian ditahan di Mapolres Kebumen untuk menjalani proses penyidikan. Kapolres Kebumen AKBP Faizal melalui Kasatreskrim AKPWilly Budiyanto mengatakan, saat ini masih melakukan pengejaran terhadap empat anggota komplotan pencuri spesialis pembobol brankas tersebut.

Empat tersangka lain, berinisial (48) warga Jakarta, DD (40), BE (50) keduanya warga Yogyakarta dan DS (60) warga Solo itu masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Kebumen. “Kami juga sudah mengamankan barang bukti berupa alat yang dipakai melakukan aksi kejahatannya, termasuk brankas,” ujar AK Willy Budiyanto kepada Suara Merdeka di sela-sela pemeriksaan tersangka.

Catatan kejahatan para tersangka cukup panjang. Dari hasil pemeriksaan, sepanjang 2014 para tersangka diketahui terlibat sejumlah pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Polres Kebumen. Antara lain pencurian brankas Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Petanahan, pembobolan rumah kosong di Petanahan saat penghuninya menjalankan shalat Idul Fitri.

Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa kabur 25 gram emas perhiasan, empat ponsel, dan uang tunai sebesar Rp 700.000. “Para pelaku selanjutnya menjual emas curian ke Pasar Tumenggungan senilai Rp 5 juta,” imbuh AKPWilly Budiyanto.

Bakar Motor

Tersangka juga pernah melakukan membobol brankas milik distributor mie instan di Kecamatan Klirong, dan membobol brankas Indomarco Sruweng, serta brankas toko serba ada (Toserba) Sinar Mas di Pasar Demangsari, Kecamatan Ayah.

“Kami masih melakukan pengembangan terhadap kasus lain yang melibatkan para tersangka,” kata Willy menyebutkan para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun.

Sementara itu, penangkapan tersangka tersebut bermula dari ulah tersangka Suharto (42) yang membakar sepeda motor mantan istrinya, Siti Nurohmah (34). Sepeda motor Honda Vario Nopol AA-5264-GW itu disiram bensin lalu disulut api. Hal itu dipicu percekcokan tersangka dengan mantan istrinya. Dia masih tidak merelakan mantan istrinya yang menggugat cerai dirinya di Pengadilan Agama (PA).

Selanjutnya tersangka yang naik pitam menyiram sepeda motor dengan dua liter bensin yang dibeli dari warung adiknya, lalu membakarnya. Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian materiel Rp 13 juta. “Sebenarnya, kami sudah memantau lama sepak terjang tersangka. Sampai akhirnya, perusakan sepeda motor itu mengungkap aksi kejahatan yang lain,” tandas Willy Budiyanto. (J19-32/ Suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s