Kawasan Karst Gombong Selatan Ibarat Tandon Air

Sungai bawah tanah di Goa Barat Desa Jatijajar Kecamatan Ayah

Sungai bawah tanah di Goa Barat Desa Jatijajar Kecamatan Ayah

KEBUMEN – Bagi para peneliti ilmu bebatuan atau geologi, daerah Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) yang mencakup Kecamatan Rowokele, Buayan, dan Ayah, pasti bukan asing lagi. Bukan itu saja. Para ahli ilmu gua-gua atau speleologi serta pencinta alam pun kepincut dengan daerah itu.

Mereka tak bosan-bosan meneliti dan meneliti. Bagi mereka yang sudah berkali-kali keluar-masuk gua-gua di daerah itu, tentu tak rela jika Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) dieksploitasi. Terutama untuk pabrik semen, misalnya. Sebab, cadangan air yang mengalir dari sela bukit dan di dalam gua-gua alami itu merupakan kekayaan dan keunikan tiada tara bagi umat manusia untuk masa kini dan esok.

Apalagi di sela-sela perbukitan batu gamping yang sepintas gersang itu ternyata menjadi tandon air abadi bagi masyarakat sekitar Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS). Sejumlah mata air sepanjang tahun mengalirkan air dan dimanfaatkan untuk pertanian penduduk dan kolam ikan air tawar. Bahkan terdapat dua telaga karst di atas kawasan tersebut. Masing-masing telaga Blembeng dan Tando.

Hampir semua gua di Kecamatan Ayah seperti Gua Jatijajar, Gua Petruk, dan gua-gua lain yang jumlahnya mencapai puluhan, terdapat mata air mengalir dari dalam. Bahkan, para pakar meyakini, di bawah tanah Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS) ada sungai yang mengalir deras. Termasuk yang sudah diketahui baru-baru ini adalah Goa Barat di Desa Jatijajar Kecamatan Ayah.

Betapa besar debit air dari dalam tanah, sampai-sampai beberapa peneliti dan insinyur dari LIPI Bandung yang melakukan penelitian di tahun 2002 tak sanggup memetakan berapa banyak aliran air sungai dari kawasan itu untuk sekali penelitian. Konon, di Goa Macan di Desa Candirenggo Kecamatan Ayah terdapat sebuah danau berdiameter 100 m yang jauh didalam goa vertikal itu.

Lama Mengendus

Karena itu, tak heran bila Belanda yang dikenal jago teknik air sudah mengendus lebih dulu keunikan dan kekayaan karst Kebumen itu. Setidak-tidaknya sejak tahun 1928 mereka sudah memanfaatkan air bersih dari perbukitan itu untuk kepentingan warga di Kota Gombong. Bahkan, sampai saat ini pun ribuan pelanggan PDAM Kebumen masih bisa menikmati air bersih langsung dari pegunungan karst tersebut. (Ed_Suara Merdeka /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s