2015, Pemerintah Bangun 1.000 Pasar Rakyat

 Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI Srie Agustina didampingi Bupati Kebumen Buyar Winarso meninjau Pasar Sruni, Kebumen usai diresmikan, Sabtu (23/5).(suaramerdeka.com/Supriyanto)

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan RI Srie Agustina didampingi Bupati Kebumen Buyar Winarso meninjau Pasar Sruni, Kebumen usai diresmikan, Sabtu (23/5).(suaramerdeka.com/Supriyanto)

ALIAN – Pada tahun 2015, pemerintah akan membangun sebanyak 1.000 pasar rakyat. Sesuai program Nawa Cita, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, hingga 2019 ditargetkan akan dibangun sebanyak 5.000 pasar rakyat.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Kementerian Perdagangan RI Srie Agustina kepada wartawan di sela-sela meresmikan dan meninjau Pasar Sruni, Kebumen, Sabtu (23/5). Acara tersebut dalam rangkaian Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen yang diikuti oleh para pelajar.

“Dari 1.000 pasar, sebanyak 182 pasar DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran-RED) APBN 2015 sudah turun, tinggal proses pelaksanaan lelang. Sisanya termasuk di Kebumen akan dibangun menunggu APBN Perubahan,” ujar Srie Agustina didampingi Bupati Kebumen Buyar Winarso SE.

Ikut mendampingi Sesdirjen PDN Jimmy Bela, Direktur Bina Usaha Perdagangan Fetayati, Direktur Bahan Pokok dan Barang Strategis (Bapokstra) Robert James Bintaryo, dan Direktur Dagang Kecil Menengah dan Produk Dalam Negeri Suhanto. Tampak pula dari Dinas Perdagangan Provinsi Jateng, Anggota Forkompinda Kebumen, Sekda Kebumen Adi Pandoyo dan pejabat di jajaran Pemkab Kebumen.

Dari 1.000 pasar yang dibangun, lanjut dia, ada sekitar 935 di bawah koordinasi Kementerian Perdagangan dan 65 pasar di bawah Koordinasi Kementerian KOperasi dan UMKM. Adapun nilainya mencapai lebih dari Rp 2 triliun. “Dari 1.00O pasar itu, ada 12 pasar yang masuk kategori akibat bencana dan kebakaran,” imbuhnya.

Srie Agustina berharap, pasar yang dibangun bukan hanya secara fisik saja sehingga menjadi bersih dan nyaman. Tetapi juga pembinaan pedagang. Dia mencontohkan pedagang jamu gendong yang berjualan di Pasar Sruni sebenarnya rasanya enak, tetapi perlu pembinaan kebersihan botol dan pakaian yang dikenakan.

Srie Agustina menerangkan, ada tiga tugas besar Kementerian Perdagangan yang harus dilaksanakan yakni meningkatkan ekspor, penguatan pasar dalam negeri salah satunya dengan revitalisasi pasar rakyat. Selain revitalisasi pasar secara fisik, juga revitalisasi ekonomi dan revitalisasi sosial budaya.

“Revitalisasi ekonomi di antaranya dengan memberikan kemudahan akses para pedagang untuk berhubungan perbankan. Misalnya pedagang bisa mendapatkan pinjaman tanpa agunan. Sedangkan revitalisasi sosial budaya adalah dengan dimasukkannya aktivitas sosil budaya dalam pengelolaan manajamen pasar,” ujarnya. (Supriyanto/ Suaramerdeka.com /LintasKebumen©2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s