Curug Silancur, Tersembunyi di Kawasan Geopark Karangsambung

KARANGSAMBUNG – Curug atau air terjun mungkin belum terlalu dikenal banyak orang di Kabupaten Kebumen ataupun luar Kebumen. Orang hanya tau Kebumen dari banyaknya pantai dan gua yang memang sudah terkenal sejak lama. Tapi siapa sangka, Kebumen yang tidak berada pada topografi ketinggian mumpuni juga memiliki banyak air terjun? dari sekian banyaknya, air terjun di Kebumen masih menyandang gelar “Rahasia” atau belum terekspos khalayak umum.

Nah, kali ini Lintas Kebumen akan mmbahas salah satu air terjun yang berada di Kebumen. Curug Silancur, itulah nama yang disematkan untuk tempat ini. Curug Silancur berada di Desa Wadasmalang, Karangsambung atau sekitar 20 Km timur laut dari ibukota kabupaten Kebumen. Curug ini pun kini mulai diperbincangkan dan dikunjungi.

Warga sekitar, Daryanto (52) tadinya tak menyangka bahwa alam di kampungnya akan dicari oleh para pelancongn. Curug Silancur yang berada di tenggara Geopark Karangsambung ini mempunyai tinggi sekitar 20 meter lebih. Tak seperti curug pada umumnya, curug Silancur tidak mempunyai kolam penampungan. Air jatuh pun langsung menghantam batuan purba di bawahnya dan kemudian mengalir ke induknya, Sungai Kedungbener.

Daryanto, pria yang sehari-hari bertani ini pun menganggap Silancur semacam aliran sungai yang sudah sewajarnya. Tapi, Curug Silancur akhirnya membuat dia perlu menyediakan waktu untuk memoles destinasi ini. Dia bersama beberapa warga secara mandiri membuka jalan ke lokasi meski sangat sederhana dan seadanya.

“Saya usulkan Silancur agar dijadikan tempat wisata desa tapi belum ditanggapi. Susah mengajak orang di sini untuk bergerak mengembangkan desa. Padahal, Silancur ini katanya sudah masuk koran.” ungkap Daryanto semangat dalam bahasa Jawa.

Rute yang dilewati untuk menuju tempat ini adalah dari Kota Kebumen – Krakal (Alian) – Wadasmalang. Selepas pasar Krakal lanjutkan ke utara mengikuti jalan raya. Kemudian akan ada pertigaan dan ambil jalur kiri. Ikuti saja jalan raya tersebut hingga menemukan Pasar Wadasmalang. Berikutnya lanjutkan terus mengikuti jalan raya hingga tidak ada lagi perkampungan. Spot penting setelahnya adalah tebing batu di kanan jalan yang berwarna hitam halus dengan pohon pinus diatasnya. Nah, dikiri jalan dan tebing tersebut terdapat pohon yang dibawahnya terdapat sisa ‘sampah’. Jika sudah smpai titik ini suara air terjun di bawah jurang mulai terdengan. Turunlah ke bawah jurang mengikuti jalan setapak terjal hingga menemukan curug tersebut yg berada pada sungai.

Hanya saja, Daryanto mengharap pinta. Bukan uang lelah – untuk ini dia tidak meminta, tapi sarannya lebih penting tentang kewaspadaan pada kendaraan yang ditinggal di pinggir jalan saat menuju lokasi Curug Silancur. Memang, di kawasan Curug Silancur belum ada tempat parkir dan tukangnya yang representatif. Kadang hanya hari Minggu saja ada yang menjaga.

“Sebaiknya kalau tidak ada yang jaga di jalan masuk Silancur, kendaraan di parkir di pertigaan Pujegan saja. Di situ, walau ditinggal sendirian pasti aman“, pesan Daryanto.

Rute dari pusat Kota Kebumen

Rute dari pusat Kota Kebumen

Selain Curug Silancur, di Desa Wadasmalang tersebar curug lainnya seperti Curug Sindoro, Curug Kali dan Curug Bebeg. Dengan demikian destinasi wisata di Kebumen makin menjadi, hanya menunggu pemerintah dan masyarakat untuk bersinergi membangun potensi wisata yang ada. (Iqbal Kautsar/Lintas Kebumen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s