Duet Nan Indah, Pantai Pecaron dan Pantai Karangbata

KEBUMEN – Deburan ombak nan ciamik di pesisir selatan pantai pulai jawa, disertai pemandangan yang sangat memukai, ketika anda memandang dan menikmati berlama-lamapun tak akan bosan. Inilah kesan pertama ketika saya berkunjung ke tempat ini, kata-kata indah dan tak pernah bosan dari teman-teman sebelum nya yang membuatku penasaran telah terobati dan harus saya amini bahwa memang benar sesuai dengan kenyataannya ketika saya menjejakkan kaki di sini.

Memang pantai ini belum begitu terkenal dibandingkan dengan pantai Petanahan, Karangbolong dan Logending, pantai Pecaron dan Menganti merupakan pantai bersebelahan yang ketika anda mengunjunginya anda harus berjalan kaki sekitar setengah jam, tetapi pemandangan ketika anda melintasi tebing di atas pesisir pantai sungguh tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, rasa capai akan sirna begitu saja.

Sangat Indah! Pantai Pecaron merupakan pantai yang mash perawan, belum banyak dikenal oleh wisatawan, karena lokasinya yang tersembunyi dan sedikit menantang. Pantai ini terletak di desa Srati kecamatan Ayah, untuk mencapainya anda harus menuruni bukit yang lumayan terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Tapi setelah sampai dilokasinya anda akan dimanja oleh kemurahan Sang Illahi, karang-karang disebelah barat yang tertata rapi dan tebing di sisi pantai menyerupai gua yang tinggi. (Sumber: http://bit.ly/1nFOJAg)

Pantai Karangbata terletak di barat Pantai Pecaron dan di timur Pantai Menganti. Pantai ini di bawah, di dasar perbukitan yang laksana jurang. Bukanlah pasir yang menjadi pembatas daratan dan lautan. Tidak pasir hitam, coklat atau putih. Tapi, serak-serak batuan kotak-kotak berwarna hitam lah yang menjadi penunggu celah sempit Pantai Karangbata. Wujudnya mirip dengan arang.

Ombak samudera yang garang pun memecah, terhadang para bebatuan hitam ini. Petualangan berlanjut ke sisi bukit menghadap lautan. Tanjung Karangbata. Bebatuan hitam kali ini menjadi tengara yang mencolok di tepi daratan. Kontras dengan tanah coklat perbukitan di sekitarnya.

Bebatuan ini merupakan batuan beku bekas aliran lava darat yang mengalami gaya kontraksi dan membentuk retakan tiang pada saat pembekuannya. Retakan-retakan ini berbentuk polygonal segilima jika dilihat pada permukaannya. Ah, rupanya ombak cukup tinggi menerjang bebatuan hitam ini. Saya terkaget. Tapi, air laut yang merambat turun perlahan dari batuan beku ini menciptakan pemandangan cantik. Saya terkesima. Luruh dalam deburan ombak berkali-kali. (Sumber: http://bit.ly/1ln5hbI)

pec Rute : Kota Kebumen – Sokka – Dorowati (Lurus) – Klegenwonosari (Kanan) – Jogomertan (Kiri) – Gerbangsari (Kanan) – Ambil Arah Pantai Petanahan (Karanggadung) (Kanan) – Lurus Hingga Pantai Suwuk – Dari Suwuk lanjutkan hingga melewati Jembatan Suwuk – Terdapat pertigaan ambil kiri atau menuju Logending – ikuti jalan raya hingga melewati Pantai Karangbolongdan Pantai Pasir – kemudian akan melewati tanjakan Tutukan (yang khas panjang dan curam) di Desa Srati – Gang masuk ke Pantai Pecaron disebelah kiri dan tepat di tikungan dan juga tanjakan. Setelah belok kiri masuk gang tersebut hingga pantai. Atau bisa melalui Pantai Menganti kemudian jalan kaki setapak ke arah timur sekitar 1 Km

Advertisements

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s