Babinsa Bantu Warga Perbaiki Rumah Tertimpa Pohon Tumbang

Kodim Bantu Warga
Babinsa Serka Sudarto melaksanakan karya bakti perbaikan rumah. (Dok: Kodim 0709/Kebumen)

KEBUMEN – Babinsa Serka Sudarto anggota Koramil 01/Kebumen bersama beberapa masyarakat melaksanakan karya bakti perbaikan rumah Surip (43) warga RT 02 RW 04, Dukuh Keputihan, Desa Adikarso, Kecamatan Kebumen yang tertimpa pohon tumbang, Senin (12/11/18) .

Menurut keterangan pemilik rumah, peristiwa berawal ketika hujan lebat yang disertai angin melanda kawasan tersebut pada Senin dini hari. Pohon Albasia setinggi sekitar 15 meter yang tidak mampu lagi menahan tiupan angin, ditambah kondisi tanah dibelakang rumahnya dalam kondisi labil sehingga pohon tersebut roboh menghantam dapur miliknya.

“Pas pohon roboh keluarga kami sebagian sedang istirahat malam, namun masih ada yang sedang nonton televisi, lalu terdengar suara gemeretak dan tiba-tiba roboh mengantam dapur dan kamar rusak berat,” ucap Surip menjelaskan.

Dari peristiwa tersebut menurut data yang dihimpun Babinsa terdapat kerugian 2 orang mengalami luka ringan yakni Wawan Setiawan (29) luka dikepala dan kaki dan Susi Susanti (24) luka dibagian kepala belakang. Tindakan Babinsa membawanya ke RSUD Sudirman untuk mendapatkan pelayanan medis.

Sementara untuk kerugian material yaitu dapur dan perabotan, kamar tidur belakang dan sebagian ruang keluarga atapnya hancur dan sebagian tembok retak-retak, kerugian ditaksir hingga Rp20 Juta.

“Alhamdulillah keduanya sudah mendapatkan perawatan berupa jahitan dan kondisi sekarang sudah diperkenankan pulang ke rumah. Saya bersama Babinkamtibmas dan warga setempat melanjutkan pembenahan sisa-sisa reruntuhan bangunan akibat pohon yang menimpa rumah Bpk. Surip tersebut, “ ucap Babinsa Serka Sudarto.

Pada kesempatan tersebut ia meminta kepada seluruh warga agar terus mewaspadi kondisi cuaca yang tengah memasuki musim hujan ini, terutama pohon yang masih ada disekitar rumah.

“Alangkah baiknya pohon dipangkas saja untuk menghindari hal-hal terburuk lainnya. Jangan lupa biarpun kondisi hujan Siskamling harus tetap berjalan sebagai langkah antisipasi terhadap segala kemungkinan lainnya, saya berharap peristiwa ini cukup ini yang pertama dan terakhir, sehingga kedepan tidak terjadi lagi,” tuturnya. (Pard/Kodim 0709 Kebumen)

Advertisements

Pertama Kali Digelar, Festival de Krakal 1905 Berlangsung Meriah

Tumpeng
Ratusan tumpeng berhasil dicatat ORI. (Dok: Ratih TV)

ALIAN – Sebanyak 16 desa di Kecamatan Alian meramaikan ‘’Festival de Krakal 1905’’ di Objek wisata Pemandian Air Panas Krakal, Minggu (11/11/2018). Festival yang baru pertama kali digelar ini dibuka oleh Plt Asisten I Pemerintahan dan Kesra Mohammad Amirudin mewakili wakil Bupati (Wabup) Kebumen.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Amirudin, Wabup menyambut baik diselenggarakannya festival ini. Selain sebagai sarana silaturahmi, acara ini juga bisa sekaligus sebagai ajang melestarikan kebudayaan. Dalam Festival ini juga dilombakan Tumpeng Kuat yang dicatat oleh Original Rekor Indonesia (ORI).

Adapun jumlah tumpeng yang dilombakan sebanyak 15 tumpeng dan ditambah 200 tumpeng yang tidak dilombakan. Pihak ORI mengajak kepada masyarakat Kecamatan Alian untuk kembali melestarikan budaya yang ada di desa-desa melalui lomba Tumpeng Kuat.

“(Acara ini) bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan budaya lokal. (Tradisi membuat) tumpeng-tumpeng sudah hampir hilang. Makanya kita angkat,’’ kata salah satu panitia acara, Usman Abdi.

Selain lomba tumpeng kuat dalam festival ini juga ditampilkan kesenian tradisional seperti tari-tarian, calung, ebeg dan campur sari. Selain itu juga digelar sosialisasi bahaya narkoba dari Staf Ahli Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Brijen Pol Dr. Victor Pudjiadi dan deklarasi pemuda Anti Narkoba.

Acara ini dihadiri oleh Camat Alian Joko Sudibyo, Danramil serta Kapolsek. Plt Asisten I Amirudin dalam kesempatan ini juga berkesempatan menerima penghargaan dari ORI untuk Bupati Kebumen atas dukungannya dalam pelaksanaan acara festival de Krakal. (adm/ Ratih TV/Pemkab)

Wakil Bupati Monitoring Pekerjaan Konstruksi Wilayah Kebumen Timur

Jembatan Keburuhan
Pembangunan Jembatan Keburuhan di perbatasan Mirit – Prembun. (Dok: Ratih TV)

KEBUMEN – Wakil Bupati Kebumen KH. Yazidz Mahfud didampimgi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Tim Monitoring pelaksanaan pembangunan Pemkab melakukan pemantauan beberapa program pembangunan konstruksi di wilayah Kebumen Timur, Senin (5/11/2018).

Rehabilitasi Jembatan Sruni pada ruas jalan Wonosari-Sruni di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian merupakan titik pertama yang dikunjungi. Melanjutkan monitoring, rombongan menuju pekerjaan perbaikan tanggul Sungai Bakung di Desa Kalirejo,  Kecamatan Kebumen.

Saat ini proyek tersebut baru bisa terealisasi 40 persen dengan target rencana penyelesaian akhir pada bulan Desember 2018 dengan nilai pekerjaan Rp300 Juta. Setelah itu menuju pembangunan Jembatan Keburuhan yang akan menghubungkan Desa Sarwogadung, Kecamatan Mirit dengan Desa Bogowati Kecamatan Prembun.

Pekerjaan yang ditargetkan selesai dalam 118 hari mulai tanggal 20 Agustus 2018 hingga 15 Desember 2018 dengan nilai pekejaaan Rp2,1 Miliar ini digarap oleh PT. Nata Rucita Suba dan saat ini sudah terealisasi 73 persen.

Melanjutkan monitoring, Wakil Bupati dan rombongan menuju jasa konstruksi fisik pembangunan Pasar Rakyat Kebekelan di Desa Kebekelan, Kecamatan Prembun. Pembangunan pasar ini bersumber dana dari APBN tahun anggaran 2018 dengan nilai pekerjaan sebesar Rp5 Miliar lebih.

Direktur PT. Buana Indah yang mengerjakan proyek pasar rakyat ini mengatakan pekerjaannya sudah melampaui target dari rencana 37 persen kini telah teralisasi mencapai 40,2 persen. Jangka waktu pengerjaan proyek ini yaitu 90 hari terhitung sejak 25 September 2018 sampai 24 Desember 2018.

Monitoring berakhir di pembangunan Jembatan Balingasal di ruas  Balingasal-Pejengkolan, Kecamatan Padureso. Pembangunan proyek ini pun dilaporkan sudah melampaui target dengan nilai pekerjaan sebesar Rp2,2 Miliar yang bersumber dari APBD Kebumen tahun anggaran 2018.

PT. Nata Rucita Suba selaku pelaksana pekerjaan tersebut optimis melesaikan pekerjaan sesuai dnegan kesepakatan yaitu 118 hari terhitung sejak 20 Agustus 2018 – 15 Desember 2018. (adm/ Ratih TV/ Humas Kebumen)

Masuki Musim Hujan, Ini Daerah Rawan Pergerakan Tanah di Kebumen Bulan November

longsor9
Ilustrasi

KEBUMEN – Warga yang tinggal di wilayah rawan longsor, diminta untuk mulai meningkatkan kewaspadaan. Hal ini menyusul akan masuknya musim penghujan yang diperkirakan akan mulai berlangsung pada 10 hari pertama November 2018 ini.

Secara umum, Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap memperkirakan curah hujan pada November 2018 akan mengalami peningkatan signifikan. Khusus untuk di Kabupaten Kebumen bagian selatan berkisar 300-400 milimeter sedangkan di Kebumen bagian utara diprakirakan berkisar 400-500 milimeter.

“Musim hujan memang sempat mengalami keterlambatan akibat fenomena el nino lemah. Hujan yang awalnya kami perkirakan berlangsung pada dasarian kedua dan ketiga Oktober, bergeser pada dasarian pertama November ini,” jelas Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, dilansir dari Republika.com, Senin (5/11/2018).

Ia mengingatkan, hujan yang turun pada masa awal musim penghujan, berpotensi untuk menimbulkan longsor pada laghan berada di wilayah perbukitan. Hal ini karena kemarau yang cukup panjang, seringkali memunculkan rekahan tanah.

”Pada musim kemarau, rekahan tanah itu tidak menimbulkan potensi longsor. Namun ketika rekahan tersebut terisi air hujan, maka potensi longsor menjadi sangat besar,” jelasnya.

Untuk itu, dia meminta warga yang tinggal di wilayah perbukitan agar segera mengamati kondisi lingkungannya. ”Bila menemukan ada rekahan tanah, segera ditutup. Jangan sampai rekahan tanah tersebut terisi air terlalu lama,” jelasnya.

19 Kecamatan Rawan

Sementara itu melansir dari data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebanyak 19 kecamatan di Kabupaten Kebumen rawan terjadi gerakan tanah, mulai dari tingkat menengah hingga tinggi pada bulan November ini.

Kecamatan yang memiliki potensi pergerakan tanah menengah hingga tinggi yaitu Sempor, Karanggayam, Karangsambung, Sadang, Alian, Poncowarno, Padureso, Pejagoan bagian Utara, Sruweng bagian Utara, Karanganyar bagian Utara, Rowokele bagian Utara, Buayan bagian Barat, Ayah bagian Sleatan dan Timur serta sebagian kecil Gombong bagian Utara, Kutowinangun bagian Barat dan Kebumen bagian Utara dan Timur.

Sedangkan kecamatan memiliki potensi pergerakan tanah menengah yaitu Prembun bagian Utara serta Klirong dan Buluspesantren. Untuk Kecamatan Klirong dan Buluspesantren, daerah potensi gerakan tanah berada di bagian sekitar bantaran Sungai Lukulo. (adm/LK)

Bau Busuk Menyebar, Bangkai Paus yang Terdampar di Pantai Jogosimo Dikubur

paus kebumen2
Warga dan petugas mengubur bangkai paus di pesisir Klirong. (Dok: Sorot Kebumen)

KLIRONG – Beberapa perangkat desa, Pokdarwis Gajah Gunung dan SAR Elang Perkasa, mendatangi lokasi terdamparnya ikan paus di sebelah timur muara Sungai Luk Ulo area objek wisata Kalibuntu, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Minggu (04/11).

Sekretaris SAR Elang Perkasa Kebumen, Anggit memaparkan, setelah dilakukan pengecekan dan identifikasi, tubuh ikan paus didapati ekor ikan paus sudah tidak ada. Kondisi ikan paus juga sudah mulai membusuk.

“Sejumlah gigi ikan paus juga kita dapatai sudah tidak ada. Belum jelas betul, entah sudah dari awalnya atau karena diambil oleh tangan manusia,” ujar Anggit.

Dari data yang kita dapatkan, ikan paus tersebut berukuran panjang 370 sentimeter, lebar badan bagian tengah 100 sentimeter, lebar kepala depan sirip 67 sentimeter dan panjang sirip samping 40 sentimeter. Untuk bobot atau berat ditaksir lebih dari 100 kilogram.

“Data ini barusan sudah kita laporkan ke BKSDA Jawa Tengah. Kalau jenisnya kemungkinan besar adalah paus sperma. Diprediksi ikan paus tersebut sudah nati sekitar 5 hari yang lalu. Belum jelas apa penyebab kematiannya,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Pokdarwis Gajah Gunung, Ahmad Munajat didampingi oleh Sekdes Desa Jogosimo, Kastam mengungkapkan, bangkai ikan paus tersebut ditemukan pada Kamis (01/11) di sebelah timur muara Kalibuntu. Berdasarkan laporan, terdamparnya bangkai ikan paus ini awalnya diketahui oleh warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi penemuan.

Ia mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari warga pada hari Sabtu (03/11) sore kemarin, pihaknya segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk meninjau lokasi dan memastikan keberadaan bangkai anakan ikan paus tersebut.

“Semalam kita mau kesini, namun kondisi muara Sungai Luk Ulo kurang mendukung dan terlalu berbahaya. Peralatan kita juga sangat terbatas untuk menyebrangi sungai, hanya ada perahu gethek atau bambu. Kita tak berani ambil resiko dan dengan mempertimbangkan kondisi alam, kita putuskan untuk peninjauan kita lakukan sore ini,” katanya.

Dikubur

Dari hasil pementauan, kondisi paus anakan tersebut kini sudah mulai membusuk dan mengeluarkan lendir. Kemudian dilakukan penguburan  oleh jajaran Pemdes Jogosimo, Pokdarwis Gajah Gunung dan SAR Elang Perkasa Kebumen, di lokasi bangkai tersebut ditemukan. Bangkai ikan paus jenis sperma yang diduga telah mati sejak lima hari yang lalu itu dikuburkan setelah didata, didokumentasi dan atas persetujuan dari BKSDA Jawa Tengah.

“Bangkai paus ini kita kubur atas arahan dari BKSDA Jawa Tengah,” ujar Sekretaris SAR Elang Perkasa Anggit.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Gajah Gunung Desa Jogosimo, Ahmad Munajat menuturkan, penguburan bangkai tersebut dilakukan salah satunya untuk mengantisipasi pencemaran udara di sekitar lokasi penemuan. Pasalnya bau busuk yang ditimbulkan oleh bangkai tersebut sudah mulai menyengat.

“Kalau tidak segera kita kuburkan dikhawatirkan baunya akan kemana-mana dan membuat suasana di area objek wisata Kalibuntu kurang nyaman,” ujar Najat.

Bangkai Paus Terdampar di Pesisir Selatan Kebumen

Paus Kebumen1
Bangkai Paus di pesisir selatan Kebumen. (Dok: Sorot Kebumen)

KLIRONG – Bangkai ikan paus dikabarkan terdampar perairan laut selatan Kabupaten Kebumen, tepatnya di pinggir perairan laut masuk Desa Jogosimo, Klirong Kebumen, Sabtu (03/11). Foto bangkai ikan tersebut pun sudah banyak beredar di media sosial.

Saat dikonfirmasi sorot.co, Perangkat Desa Jogosimo, Ahmad Fauzan membenarkan adanya informasi tersebut. Kendati demikian, pihaknya mengaku belum secara langsung membuktikan informasi adanya ikan yang dilindungi penuh oleh Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus) itu.

“Iya tadi sore kami mendapat laporan dari warga. Di media sosial juga foto-fotonya sudah banyak beredar,” ujar Fauzan kepada sorot.co.

Untuk itu Sabtu malam ini pihak pemerintah desa setempat bersama anggota Pokdarwis Gajah Gunung, Desa Jogosimo mendatangi lokasi ditemukannya bangkai ikan paus tersebut, guna memastikan adanya informasi yang telah beredar. (adm/ Sorot Kebumen)

Pemkab Kebumen Pasang Palang Pintu di Perlintasan KA Sebidang

Palang KA
Kepala Dishub tinjau perlintasan KA Sebidang di Desa Kebekelan. (Dok: Ratih TV)

PREMBUN – Pemkab Kebumen melengkapai perlintasan KA sebidang dengan palang pintu, sirine dan petugas penjaga disejumlah lokasi. Salah satunya perlintasan sebidang di Desa Kebekelan, Kecamatan Prembun yang ditinjau Kepala Dinas Perhububungan (Dishub) Kabupaten Kebumen bersama Kabid Keselamatan Transportasi, Kamis (1/11/2018).

Penanganan perlintasan sebidang dengan melengkapi palang pintu dan petugas jaganya merupakan sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan raya. Eko, salah seorang warga yang sedang melintas mengatakan sebelumnya tak ada palang pintu sehingga dengan adanya upaya ini warga lebih merasa aman.

“Kalau tidak dijaga kan takut ada kereta, rawan kecelakaan. Penjagaan disini 24 jam,” jawabnya saat ditanya Kepala Dishub, Maskhemi.

Pembangunan palang pintu diprioritaskan pada perlintasan sebidang di jalur antar kecamatan yang ramai dilalui pengguna jalan. Di Kebumen masih banyak perlintasan sebidang tanpa palang pintu dan tanpa dijaga petugas. (adm/Ratih TV)