Ini Informasi Prakiraan Musim Hujan 2018/2019 di Kebumen

hujaN

Ilustrasi

 
KEBUMEN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah menyebutkan bahwa awal musim hujan 2018/2019 diprakirakan mulai pertengah Oktober dan November 2018.
 
Musim hujan paling awal di Kebumen terjadi pertengah Oktober di sebagian kecil wilayah barat laut disusul wilayah bagian perbukitan utara pada akhir Oktober dan disusul bagian selatan hingga pesisir. Diketahui musim hujan di Kebumen mundur 2-3 dasarian (1 dasarian sama dengan 10 hari) dengan normalnya.
 
Panjang Musim Hujan
 
Lama musim hujan di Kebumen diprediksi bervariasi dari yang terpanjang selama 22 dasarian yaitu sebagian besar wilayah utara. Lalu 21 dasarian di sebagian kecil wilayah utara bagian barat. Kemudian 19 dasarian di sebagian besar wilayah barat hingga pesisir bagian barat serta sebagian kecil wilayah timur bagian utara. Dan yang terpendek selama 16 dasarian yaitu di wilayah Kebumen timur hingga pesisir bagian timur.
 
Sifat Hujan
 
Sifat hujan di sebagian Kebumen masuk dalam kategori dibawah normal (lebih rendah dibandingkan rata-rata) yaitu di wilayah Kebumen bagian tengah hingga pesisir. Sifat hujan sendiri adalah merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan selama rentang waktu yang ditetapkan (satu periode musim) dengan curah hujan normalnya.
 
Puncak Musim Hujan
 
Puncak musim hujan di Kebumen diprediksi terjadi mulai Desember 2018 diawali dari sebagian besar wilayah Kebumen barat bagian tengah dan sepanjang wilayah selatan serta pesisir. Wilayah lainnya pada Januari 2019.
 
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau agar lebih waspada terhadap potensi terjadinya banjir dan tanah longsor. Terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi langganan bencana. 
 
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko menambahkan, memasuki musim peralihan atau transisi antara musim kemarau ke musim penghujan bisa memicu terjadinya cuaca ekstrem.
 
“Pada fase tersebut, biasanya hujan akan datang tiba-tiba yang disertai dengan petir dan angin kencang,” ujarnya. (adm/lintaskebumen)
Advertisements

Kebumen Diprediksi Masuki Musim Hujan Pertengahan Oktober

hujan2

Ilustrasi hujan

KEBUMEN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah kecil di Kabupaten Kebumen bakal memasuki musim penghujan pada pertengahan bulan Oktober. Wilayah tersebut yaitu Kecamatan Rowokele bagian utara dan Kecamatan Sempor bagian utara sebelah barat.

Disusul sebagian besar wilayah pegunungan bagian utara Kebumen seperti sekitar Kecamatan Sempor bagian utara, Karanggayam, Karangsambung, Sadang dan Alian pada akhir Oktober. Sedangkan bagian tengah hingga selatan masuk musim hujan pada awal November.

Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara menjelaskan, berdasarkan hasil analisa BMKG, musim kemarau tahun ini lebih kering dibanding tahun lalu yakni lebih lama satu hingga tiga dasarian. Karena itu, untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BMKG mengajak masyarakat terdampak untuk menghemat penggunaan air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen terus melakukan distribusi air bersih kepada penduduk yang terdampak kekeringan. Sebanyak 2,88 juta liter air bersih telah disitribusikan ke 38 desa di 11 kecamatan. Tertinggi ke dua di Jawa Tengah. (and/lintaskebumen2018)

 

Gelombang Tinggi, Objek Wisata Pantai Petanahan Sepi Pengunjung

gelombang1

PETANAHAN – Gelombang tinggi yang menghantam pesisir selatan Kebumen beberapa waktu lalu hingga saat ini selain memberi dampak kerugian materiil juga menyebabkan beberapa tempat tujuan wisata pantai yang berada di pesisir Kebumen mengalami sepi pengunjung. Seperti yang dialami objek wisata Pantai Petanahan di Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan.

Hingga minggu ini objek wisata pantai paling terkenal di Petanahan ini sepi pengunjung. Sepinya pengunjung menyebabkan penghasilan pedagang  juga ikut menurun. Untuk sementara mereka memilih tidak berjualan.

Pengelola objek wisata Pantai Petanahan mengatakan kondisi pantai sebenarnya kini sudah mulai aman untuk pengunjung. Namun begitu dirinya mengingatkan pengunjung agar tidak mandi di pantai. (adm/Ratih TV News)

 

Sapi Seberat 750 Kg Juarai Kontes Sapi PO di Petanahan

Sapi PO

Ilustrasi (Sumber: Antaranews.com)

PETANAHAN – Sapi berumur dua tahu dengan berat 750 Kg juarai kontes sapi ternak PO (Peranakan Ongole)  kategori pejantan tingkat kecamatan pembibitan meliputi Kecamatan Petanahan, Klirong dan Puring. Sapi milik Rojimin warga Desa Jogosimo Kecamatan Klirong tersebut sebelumnya juga merupakan juara dua kontes Sapi PO tingkat provinsi.

Kontes sapi yang dilaksanakan di Desa Karangrejo Kecamatan Petanahan ini dikuti 95 kontestan. Dimana setelah dilakukan visitasi terjaring 35 unggulan untuk tujuh kategori yaitu pejantan, indukan, calon pejantan, calon indukan, pedet jantan, pedet betina dan pedet lepas sapih.

Dari 35 unggulan tersebut dinilai kembali untuk kemudian diambil juara. Para pemenenag selain mendapatkan trophy juga mendapatkan uang pembinaan. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Ir Puji Rahayu, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi peternak agar lebih serius, sekaligus menjaring ternak yang bagus.

Diharapkan melalui kegiatan ini juga akan terjadi saling komunikasi antar petani ternak tentang bagaimana cara memelihara sapi yang baik sehingga memunculkan bibit yang berkualitas.

“Sapi PO banyak di wilayah lain, tetapi Sapi PO Kebumen mempunyai keunggulan luar biasa. Terbukti bahwa ada yang baru calon pejantan yang baru berumur 2 tahun saja beratnya sudah mencapai 750 kg,” kata Puji Rahayu sekaligus berpesan kepada petani ternak agar tidak menjual ternak mereka yang memiliki penilaian baik ke luar Kebumen agar tak kehilangan Sapi PO yang baik. (adm/RatihTV)

 

Gelombang Tinggi kembali Terjang Pesisir Kebumen

You

Suber: Youtube

KEBUMEN – Gelombang tinggi kembali menerjang pesisir Kebumen, Selasa (24/7). Gelombang yang dibarengi dengan waktu pasang tersebut merusak sejumlah fasilitas wisata di Pantai Suwuk, Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring.

Salah satu warga mengatakan gelombang datang mulai sekitar pukul 22.00 WIB. Bahkan gelombang tinggi menghancurkan jalan paving block di area wisata tersebut. Hingga pagi ini, Rabu (25/7) kondisi gelombang perairan selatan Kebumen masih tinggi. Hal serupa juga dialami Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan.

Mursimin, salah satu personel SAR Elang Perkasa Kebumen mengungkapkan, tinggi gelombang pada Selasa (24/7) malam pukul 22.00 WIB hingga 00.00 WIB terpantau mencapai 4-6 meter. Sedangkan pada Rabu pagi pukul 04.00 WIB hingga pukul 07.00 terpantau mengalami kenaikkan, yakni setinggi 5-8 meter.

Berdasarkan pantauan di lokasi, lanjut Mursimin, luncuran gelombang air laut ke darat di pantai setempat mencapai lebih dari 20 meter dari bibir pantai. Air laut terpantau menggenangi sejumlah area parkir obyek wisata setempat, bahkan terpantau hingga ke gerbang masuk objek wisata.

Sejumlah bangunan warung milik para pedagang yang ada di sepanjang pantai Suwuk mengalami kerusakan. Gelombang tinggi kali ini juga telah merusak bangunan permanen yang ada di kawasan pantai.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap sebelumnya telah mengingatkan puncak gelombang tinggi terjadi tanggal 24-25 Juli 2018 dengan tinggi 6-9 meter. Oleh karena itu, pihaknya mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku pada hari Selasa (24/7) hingga Rabu (25/7) dan masih berlanjut hinnga Kamis (26/7) esok.

”Tinggi gelombang selama bulan Juli dan Agustus 2018 akan terus berfluktuasi karena merupakan puncak angin Timuran dan gelombang tinggi,” kata kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo.

Sebelumnya gelombang pasang yang cukup tinggi di pantai selatan pada Rabu (18/7) malam telah merusak sejumlah warung di Pantai Suwuk. Gelombang dengan ketinggian sekitar 4-6 meter terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Sebanyak 56 warung di Pantai Suwuk rusakd an puluhan perahu nelayan yang berada di Pantai Pasir, Desa Pasir, Kecamatan Ayah rusak. (sorotkebumen/adm/lintaskebumen)

Bukit Dewa di Desa Wonoharjo Tawarkan Keindahan Alam Pegunungan

ROWOKELE – Desa Wonoharjo, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen merupakan salah satu desa yang wilayanya terletak di pegunungan. Kini pemuda-pemudinya tengah merintis sebuah objek wisata (obwis) alam di desanya. Obwis tersebut berada di Dusun Lemungsur yaitu berupa bukit yang dinamai Bukit Dewa.

Lokasinya berada di punggungan pegunungan Mahameru pada ketinggian sekitar 600 meter diatas permukaan air laut. Tak heran Bukit Dewa dinilai memiliki panorama alam yang indah serta masih alami. Terlebih area nya merupakan hutan pinus. Tak hanya itu udaranya pun sejuk.

Dari obwis tertinggi di Kebumen ini pemandangan sangat indah karena hutan pinus yang rapat menghiasi lereng-lereng dan lembah pegunungan. Gunung Mahameru di seberang bukit pun gagah menyambut mata wisatawan. Pagi hari akan lebih indah karena terdapat kabut-kabutnya. Bukit Dewa juga cocok untuk menyaksikan matahari terbit dan terbenam.

Sedangkan pemandangan ke arah selatan berupa bukit-bukit kecil, dataran rendah Gombong, perbukitan karst gombong selatan bahkan garis pantai selatan yang juga samar tertihat. Sebagai fasilitas pendukung pengelola membangun jalan setapak dan anak-anak tangga untuk memudahkan naik ke puncak.

Beberapa gazebo tradisional didirikan untuk beristirahat wisatawan disepanjang jalan menuju puncak karena untuk menuju puncak Bukit Dewa cukup menantang dan menguras tenaga.

Untuk itu dibentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Sahabat Wonoharjo untuk mewadahi pemuda-pemudi dalam merintis objek wisata ini sekaligus membangun desanya. Mulai dirintis sejak awal 2018,  saat ini masih dalam tahap pembangunan dan peremajaan.

Objek wisata Bukit Dewa berjarak sekitar 6 Km dari jalan nasional wilayah Rowokele/ Ijo atau 13 Km dari Gombong. Wisatawan disarankan menggunakan kendaraan roda dua serta dalam kondisi prima karena kontur perjalanan akan menanjak. (adm/lintaskebumen)

Kebun Bunga Ambal Jadi Magnet Wisata Baru Kebumen

AMBAL –  Kebun bunga yang berada di pesisir selatan Kabupaten Kebumen, persisnya di Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal kini menjadi jujugan wisata baru. Kebun bunga seluas 600 meter persegi di areal persawahan itu ditanami sejumlah jenis bunga antara lain bunga pagoda, maguna, turing bunga matahari dan kertas.

Objek wisata ini diresmikan 3 Juni 2018 lalu setelah kebun bunga yang belakangan diketahui milik Saman (46), warga Desa Kumpulsari Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo tersebut ditanami bunga dan dirawat selama dua bulan.

Selain bunga, lahan ini dilengkapi dengan sejumlah spot untuk selfie. Sebuah panggung dari bahan bambu berdiri di tengah kebun bunga. Selain itu, jembatan dan sebuah spot berbentuk hati penuh bunga warna-warni siap menjadi latar belakang foto.

Saman mengatakan, pihaknya sudah siap memperluas kebun bunga miliknya tersebut. Keberadaan taman bunga ini melengkapi wisata yang sudah ada, seperti pantai ambal, juga wisata kuliner berupa sate yang sudah kondang sebelumnya. Masih ditambah, tradisi pacuan kuda setiap lebaran.

Adapun lokasi saat ini, berada di jalur masuk Pantai Ambal tepatnya berada sekitar 400 arah utara Pantai Ambal. Lokasinya pun berada tak jauh dari Jalur Jaringan Jalan Lintas Selatan-Selatan (JJLS) atau kini dikenal dengan Jalur Pansela (Jalur Pantai Selatan) yakni hanya sekitar 200 meter saja ke sebelah Selatan. (cah/ kebumenekspres)